Mahasiswa dan Pemuda di Makassar Tolak Isu SARA di Pilkada Serentak

Mahasiswa dan Pemuda di Makassar Tolak Isu SARA di Pilkada Serentak

Mahasiswa dan Pemuda di Makassar Tolak Isu SARA di Pilkada Serentak.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Kelompok pemuda dan mahasiswa di Makassar menyatakan sikap menolak isu sara dan tempat ibadah dijadikan sebagai sarana kampanye kandidat.

Itu terungkap dalam diskusi khusus terkait pilkada yang digelar tahun ini di 13 daerah, Rabu malam 28 Februari 2018.

Sekretaris Jenderal KAMMI Kota Makassar, Irfa mengatakan pesta demokrasi yang tengah berjalan tentunya menjadi perhatian semua pihak.Agar terjadi suasana yang kondusif tanpa ada unsur SARA

“Pada dasarnyapilkada murni pertarungan ide bukan lah isu sara,”ujar Irfan.

Senat Mahasiswa UIN Fauzi Ali berharap pilkada di Sulsel tetap aman. Dan menolak secara tegas adanya isu SARA dan tempat ibadah dijadikan sebagai sarana kampanye.

“Kami juga menghimbau kepada tokoh agama untuk bersama sama merekatkan komunikasi agar bisa menjaga pilkada sulsel yang berkualitas,”katanya.

Adapun Ketua PPI Sulsel, Taqwa Bahar menuturkan, sudah seharusnya pilkada di daerah ini menjadi sebuah pilkada berkualitas. Tentunya dengan keberamaan stakholder pemuda dan gerakan mahasiswa di Sulsel.

“Kita sama-sama tidak menginginkan politisasi agama terkhusus SARA yang bisa memecah belah ummat di Sulsel,”jelasnya.

Dengan adanya keinginan untuk menciptakan pilkada damai, maka mahasiswa dan pemuda menuntut lima point.

1.Menghimbau KPU untuk menyelenggarakan pilkada secara profesional,jujur, dan adil.

2.Menghimbau kepada Bawaslu dan jajaranya untuk mengefektivkan pengawasan dan bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran yang terjadi,Bawaslu Sudah harus kordinasi dengan tim ciber kepolisian untuk menindak person yang mengadu domba masyarakat dengan isu hoaks dan sara.

3.Menolak politisasi SARA dalam kampanye pilkada 2018,karena akan memecah belah umat.

4.Menolak penggunaan tempat ibadah sebagai panggung politik, agar kesucian tempat ibadah tetap bisa di jaga.

5. Menghimbau Kepada Masyarakat Untuk Tidak terpengaruh dengan isu hoaks dipilkada yang bisa memecah belah konflik sosial.(**)