Konflik Hanura Sulsel Makin Meruncing

Sekretaris Hanura Sulsel Affandy Agusman (kiri) dan Ketua Hanura Sulsel Andi Ilhamsyah Mattalatta (tengah) saat menghadiri Munas ke-3 di Jakarta dalam agenda pemilihan ketua umum Hanura, Rabu 18 Desember 2019.

Sekretaris Hanura Sulsel Affandy Agusman (kiri) dan Ketua Hanura Sulsel Andi Ilhamsyah Mattalatta (tengah) saat menghadiri Munas ke-3 di Jakarta dalam agenda pemilihan ketua umum Hanura, Rabu 18 Desember 2019.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Kisruh kader dan eks Hanura makin meruncing. Mereka mulai perang urat saraf saling klaim sebagai deklarator.

Ketua PDC Hanura Bulukumba, Muhammad Zabir Ikbal menyebut gembong Affandy yang pindah ke PSI sebagai penghianat.

“Kami sejak lahir partai ini tdk pernah hianat. Tetap pada jalur kebenanran partai ini. Untuk apa mereka bicara deklarator partai? Diberikan kehormatan menjadi anggota DPR terus jadi penghianat,” kata MZI, akronim Zabir, Selasa, 28 September 2021.

Kisruh soal deklataor ini bermula saat MZI yang mengaku sebagai deklarator dibantah oleh eks kader Hanura Imbar Ismail.

Meski sudah pindah ke PSI, Imbar Ismail menyebut Ketua DPC Hanura Bulukumba, Muhammad Zabir Ikbal bukan deklarator.

Mantan Anggota DPRD Provinsi Sulsel dua periode ini menyebut Ikbal hanya kader biasa, bukan termasuk dalam tim sembilan.

Ia menyebut Hanura Sulsel digagas oleh 9 orang yang didalamnya termasuk dirinya dan sejumlah tokoh di Sulsel. “Jadi selain tim 9 itu, tidak bisa dikatakan deklarator. Masih ada yang lebih dulu dari dia (Ikbal),” kata Imbar beberapa waktu lalu.

MZI tidak terima atas tudingan dirinya bukan deklarator. Menurutnya, justru Imbar yang belakangan baru muncul di tim 9.

“Ada namanya H Masruddin (ketua pertama Hanura Gowa), Asnawin di Maros, kami tiga orang dari Sulsel, kami ketua dari Perhimpunan Kebangsaan (PK) yang waktu itu diketuai Wiranto melahirkan partai Hanura pada Munas di Hotel Grand Cempaka. Imbar itu belakangan dan tidak tahu,” kata MZI.

Lanjut MZI, pihaknya diminta untuk membesarkan Hanura di Sulsel. “Jadi inilah PK yang membawa partai Hanura ke Sulsel sehingga terbentuk tim sembilan. Distulah hadir Imbar Ismail, belakangan baru masuk,” jelasnya.

Hanya saja, kata dia, dirinya tidak ingin menjadi pengurus provinsi. Lebih memilih menjadi ketua DPC.

Lagian, kata dia, untuk apa Imbar mempersoalkan deklarator jika ujungnya juga berkhianat.”Sejak partai ini lahir kami tidak pernh tergiur dan mau pindah meskipun tawaran banyak juga dari partai lain,” katanya.