Golkar Sulsel Akan Pelajari Pencopotan Anggota DPRD Maros

Plt Ketua Golkar Lutim Marzuki Wadeng.

Sekretaris DPD I Golkar Sulsel Marzuki Wadeng.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Sekretaris DPD I Golkar Sulawesi Selatan, Marzuki Wadeng mengaku akan mempelajari kasus pencopotan anggota DPRD Kabupaten Maros yang juga kader DPD II Golkar Maros, Wahyuni Malik.

“Kami akan mempelajari dulu. Informasi ini baru saya dapat,”kata Marzuki ketika dikonfirmasi Djournalist.com, Ahad, 26 September 2021 malam.

Ia tak ingin berspekulasi, pencopotan Wahyuni karena melanggar AD/RT partai tentang dedikasi dan loyalitas. Di mana suami Wahyuni merupakan kader salah satu partai tertentu.

“Memang ada Peraturan Organisasi soal itu. Tapi saya belum tahu persisi mengapa dia dicopot. Makanya kami akan pelajiri dulu,”ucapnya.

Saat ditanya soal adik dari Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan, Taufan Pawe, Musdalifa Pawe, Marzuki kemudian bungkam soal itu. Padahal kasusnya hampir sama yaitu pelanggaran dedikasi dan loyalitas.

“Nantilah kami cek ke DPD II,”katanya singkat.

Sedangkan Pengamat Politik dari Universitas Hasanuddin, Sukri Temma mengatakan, persoalan pelanggaran dedikasi dan loyalitas perlu jelas aturannya. Apakah suami dan adik yang berada di partai lain masuk kategori pelanggaran.

“Kasus Taufan Pawe, adiknya berada di partai lain. Yang di Maros, suaminya berada di partai lain pula. Ini harus jelas pemaknaannya,”ucapnya.

Yang pasti kata dia, apa yang dilakukan oleh Golkar dengan adanya aturan itu untuk meminimalisir konflik interest atau persaingan.