Tiga Opsi Kelanjutan Muscab PPP Makassar

Ketua DPW PPP Sulsel Imam Fauzan.

Ketua DPW PPP Sulsel Imam Fauzan.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – DPW PPP Sulawesi Selatan menawarkan tiga opsi ihwal penundaan Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PPP Makassar yang digelar, Ahad, 19September kemarin dengan agenda pemilihan ketua baru periode 2021-2026.

Ketua DPW PPP Sulawesi Selatan, Imam Fauzan menjelaskan tiga opsi itu pertama; Muscab DPC PPP Makassar diambil alih oleh DPW, kedua; dikembalikan ke DPP, dan ketiga; dilakukan muscab ulang.

“Ini baru opsi. Selasa, 21 malam kami akan rapat dengan pengurus DPW untuk memutuskan,”ujar Imam ketika dikonfirmasi Djournalist.com, Senin, 20 September 2021.

Ia mengatakan, ditundanya muscab DPC Makassar karena hanya enam PAC yang hadir. Sedangkan sembilan lainnya tidak hadir. Padahal jumlah PAC PPP Makassar sebanyak 15 PAC.

“Sesuai AD/RT minimal 2/3 atau 10 PAC yang hadir,”kata anggota DPRD Sulawesi Selatan itu.

Hal lain, kata dia berkas Pimpinan Anak Cabang (PAC) tidak di verifikasi termasuk isu adanya SK DPC ganda dari PPP Makassar. “Saya tidak tahu soal adanya SK DPC ganda. Karena pengurus sebelumnya bukan saya sebagai Ketua DPW PPP Sulawesi Selatan,”ucapnya.

“Saya pun tidak tahu enam PAC yang hadir itu,”dia menambahkan.

Sementara, tim pemenangan calon Ketua DPC PPP Makassar, Rahmat Taqwa Quraisy (RTQ), Aitzas menjelaskan yang menyebabkan ditundanya muscab DPC PPP karena ditemukan SK DPC dan PAC ganda.

“Dalam Sistem informasi partai politik (Sipol) KPU, nama RTQ sebagai Wakil Ketua Bidang Bappilu Makassar II masih ada. Tapi dalam SK yang baru pengganti RTQ adalah Ninik Karmila,”jelasnya.

Lanjut Aitzas, saat muscab DPC PPP Makassar, ada delapan PAC yang hadir. Yaitu PAC Bontoala, Wajo, Mariso, Tamalate, Tallo, Ujungtanah, Makassar, dan Biringkanayya.

“Dua dari delapan PAC yang hadir ditemukan SK ganda. Yakni SK PAC Tallo dan Bontoala,”ucapnya.

Di sipol, Ketua PAC Tallo atas nama Ridwan sedangkan di PAC Bontoala atas nama Ihsan Tayyeb. Belakangan, DPW mengeluarkan SK baru untuk ketua dua PAC itu. Yakni Plt Ketua PAC Tallo atas nama Nurhaedah dan Plt Ketua PAC Bontoala atas nama Herlina.

Sedangkan Ketua DPC PPP Makassar, Busranuddin Baso Tika (BBT) tidak menampik kalau ada SK DPC PPP Makassar yang ganda makanya perlu dilakukan verifikasi. Tapi yang berhak melakukan itu adalah DPW.

Menurutnya, SK DPC ganda, karena nama calon Ketua DPC PPP Makassar Rahmat Taqwa Quraisy (RTQ) tidak masuk dalam struktur partai pada tahun 2018 lalu. Dia diganti atas usulan DPW. Pasalnya, RTQ pada saat itu telah mengundurkan diri karena beda dukungan politik saat Pilwakot Makassar 2018. Meski diganti namanya tidak dicoret sebagai pengurus, alasannya PPP Sulsel akan menghadapi verifikasi faktual di KPU pada tahun 2019.

“Saya tidak tahu siapa yang menggantinya. Patris sayuti yang urus saat itu di KPU. Tapi uruutannya SK DPC dibuat oleh DPP atas usul DPW. Sedangkan SK PAC dikeluarkan oleh DPW,”ucapnya.

Lanjut BBT, dalam waktu dekat akan bersurat ke DPW PPP Sulawesi Selatan untuk meminta jadwal muscab. “Dalam waktu dekat ini kami akan bersurat ke DPW,”katanya.

Adapun calon Ketua PPP Makassar lainnya, Akbar Yusuf menilai penundaan muscab yang digelar kemarin adalah sebuah keputusan yang paling baik yang dlakukan oleh partai.