Kaukus Perempuan Parlemen Harap Perempuan Dapat Bersaing di Pemilu 2024

MAKASSAR,DJOURNALIST.com  –  Perempuan diminta memiliki integritas yang tinggi dalam menghadapi Pemilu 2024 mendatang. Pasalnya tidak semua daerah di Sulawesi Selatan Kouta 30 persen terpenuhi di parlemen. Hal itu disampaikan Ketua Kaukus Perempuan Parlemen Sulawesi Selatan Rismawati Kadir Nyampa.

“Tentu perempuan harus membuktikan, memiliki integritas yang tinggi dan memperlihatkan kinerja dan SDM yang baik,”ujar Rismawati ketika ditemui di DPRD Sulawesi Selatan, Rabu, 14 September 2021.

Menurut dia, perempuan yang duduk sebagai anggota dewan masih minim. Itu merujuk data di sejumlah daerah. Misalnya di Kabupaten Luwu Utara dan Toraja Utara. Oleh karena itu ia berharap di Pemilu 2024 mendatang, perempuan harus membuktikan diri dan mampu bersaing dengan calon anggota legislatif dari laki-laki.

“Syukurlah anggota legislatif perempuan di DPRD Sulawesi Selatan mampu mencapai target kouta 30 persen dan kami berharap daerah lainnya mampu meningkatkan kouta 30 persen itu,”tutur politisi dari Partai Demokrat ini.

Lanjut Risma, memasuki masa bakti dua tahun kaukus perempuan parlemen di Sulawesi Selatan sejumlah agenda telah dilakukan. Terakhir pada Jumat 10 hingga Ahad 12 September melakukan kegiatan peningkatan kapasitas anggota legislatif di Hotel Phinisi, Jalan Lamudekelleng kerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak,Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana.

“Sebagai narasumber dari LP3 Soraya, Dewi Talli dan Direktur Kebijakan Publik Sulawesi Selatan, Yuda Yunus,”katanya.

Adapun anggota Kaukus Perempuan Parlemen Sulawesi Selatan, Henny Latif berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kapasitas SDM perempuan dalam berbagai momentum.

“Kami tidak ingin menjadi pelengkap saja di parlemen. Tapi kami juga ingin berperan dalam berbagai momen,”jelas politisi dari Fraksi Gerindra ini.

Berikut data anggota DPRD Kabupaten/Kota di Sulsel:

* Provinsi Sulsel 23 September 2019 s/d 23 September 2024: Laki-laki 62, Perempuan 23, total: 85

* Bantaeng 16 Agustus 2019 s/d 16 Agustus 2024: Laki-laki 17, Perempuan 8, total 25

* Barru 16 Agustus 2019 s/d 16 Agustus 2024: Laki-laki 20,Perempuan 5, total 25

* Bone 9 Agustus 2019 s/d 9 Agustus 2024: Laki-laki 40, Perempuan 5 total: 45

*Bulukumba 13 Agustus 2019 s/d 13 Agustus 2024: Laki-laki 32, perempuan 8 total:40

* Enrekang 16 Agustus 2019 s/d 16 Agustus 2024: Laki-laki 27, perempuan 3 total:30

* Gowa 30 Agustus 2019 s/d 30 Agustus 2024: Laki-laki 32, perempuan 13 total:45

* Jeneponto 9 Agustus 2019 s/d 9 Agustus 2024: Laki-laki 32,perempuan 8 total 40

* Kep. Selayar 22 Agustus 2019 s/d 22 Agustus 2024: Laki-laki 19, perempuan 6 total: 25

* Luwu 22 Agustus 2019 s/d 22 Agustus 2024: Laki-laki 30, perempuan 5 total: 35

* Luwu Timur 22 Agustus 2019 s/d 22 Agustus 2024: Laki-laki 27, perempuan 3 total: 30

*Luwu Utara 16 Agustus 2019 s/d 16 Agustus 2024: Laki-laki 34, perempuan 1 total:35

* Maros 13 Agustus 2019 s/d 13 Agustus 2024: Laki-laki 26, perempuan 9 total: 35

* Pangkep 22 Agustus 2019 s/d 22 Agustus 2024: Laki-laki 30, perempuan 5 total: 35

* Pinrang 16 Agustus 2019 s/d 16 Agustus 2024: Laki-laki 35, perempuan 5 total: 40

* Sidrap 16 Agustus 2019 s/d 16 Agustus 2024: Laki-laki 32, perempuan 3 total:35

* Sinjai 30 Agustus 2019 s/d 30 Agustus 2024: Laki-laki 23, perempuan 7 total: 30

* Soppeng 9 Agustus 2019 s/d 9 Agustus 2024: Laki-laki 23, perempuan 7 total: 30

* Takalar 22 Agustus 2019 s/d 22 Agustus 2024: Laki-laki 23, perempuan 7 total: 30

* Tana Toraja 16 Agustus 2019 s/d 16 Agustus 2024: Laki-laki 26, perempuan 4 total: 30

* Toraja Utara 30 Agustus 2019 s/d 30 Agustus 2024: Laki-laki 27, perempuan 3 total: 30

* Wajo 29 Agustus 2019 s/d 29 Agustus 2024: Laki-laki 36, perempuan 4 total:40

* Makassar 30 Agustus 2019 s/d 30 Agustus 2024: Laki-laki 33, perempuan 12 total: 45

* Palopo 16 Agustus 2019 s/d 16 Agustus 2024: Laki-laki 18, perempuan 7 total:25

* Pare Pare 9 Agustus 2019 s/d 9 Agustus 2024: Laki-laki 19, perempuan 6 total: 25