IAS Ajak Makan Malam 11 Ketua DPC, Ni’matullah Pilih Urus Pandemi Covid-19

Dua calon Ketua Demokrat Sulsel periode 2021-2026 Ni'matullah dan Ilham Arief Sirajuddin akan bertarung dalam Musda partai Demokrat.

Dua calon Ketua Demokrat Sulsel periode 2021-2026 Ni'matullah dan Ilham Arief Sirajuddin akan bertarung dalam Musda partai Demokrat.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Gelaran Musyawarah Daerah Partai Demokrat Sulawesi Selatan masih menunggu jadwal dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Tapi dua nama menyatakan kesiapannya maju bertarung memimpin Partai Demokrat Sulsel.Keduanya yaitu Ilham Arief Sirajuddin dan Ni’matullah Rahim Bone.

Ilham adalah mantan Wali Kota Makassar dua periode. Sementara Ni’matullah adalah Ketua Demokrat Sulsel saat ini sekaligus Wakil Ketua DPRD Sulsel.Ilham terus menggencarkan pertemuan dengan ketua-ketua DPC Demokrat kabupaten/kota.

Terbaru Ilham mengajak makan malam 11 Ketua DPC Demokrat kabupaten kota di Swiss-Belhotel Losari Kamis malam, 2 September 2021.Sementara Ni’matullah memilih fokus bekerja sebagai wakil rakyat mengurus pandemi Covid-19.

Ni’matullah Rahim Bone memilih fokus mengawal penanganan pandemi Covid-19 dibanding bicara agenda kontestasi politik. Ullah, sapaan, mengatakan kader Partai Demokrat diminta tidak bicara politik di tengah kondisi sulit akibat pandemi Covid-19.

Hal itu diinstruksikan oleh Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono. Partai Demokrat Sulsel akan menggelar musyawarah daerah dalam waktu dekat. Agendanya memilih ketua baru dan membentuk kepengurusan baru.

Sambil menunggu jadwal musda, Ullah memilih fokus kerja-kerja sebagai wakil rakyat mengawal kebijakan pemerintah menangani pandemi Covid-19.

“Ketum Mas AHY keluarkan instruksi dilarang bicara kontestasi politik, Mas AHY instruksikan kader turun bantu masyarakat,” kata Ullah kepada wartawan, Jumat, 3 September 2021.

Ullah mengatakan, masyarakat sedang kesusahan akibat pandemi Covid-19 selama satu tahun lebih ini.Menurutnya masyarakat lebih membutuhkan perhatian dibanding bicara agenda politik.

“Jadi pendami ini beri dampak kesehatan juga akibatkan dampak ekonomi yang sangat parah bagi masyarakat kecil, kita diminta kerja nyata beri bantuan, kalau tidak bisa banyak minimal sedikit yang penting ada bentuk kepedulian kita,” katanya.

Ullah baru-baru ini turun membagikan sembako dan uang tunai kepada masyarakat terdampak resesi ekonomi akibat pandemi Covid19 di sejumlah desa di Kabupaten Pangkep.

Desa yang didatangi seperti Desa Tabo-tabo, desa Taraweang, desa Jagong, dan desa Teko Labbua. Ullah didampingi pengurus DPD Partai Demokrat Sulsel.

Ullah mengatakan sejumlah masyarakat Pangkep begitu bahagia ketika mendapatkan bantuan paket sembako. Sementara soal musda, bagi Ullah, musda adalah ajang konsolidasi kader untuk memperkuat struktur dan infrastruktur partai, tidak boleh jadi ajang pertarungan yagn menyebabkan perpecahan.

“Belum sementara ini (konsolidasi DPC). Saya selalu bilang musda itu momentum konsolidasi, memperkuat kader, solid, tingkatkan respon kepada masyarakat. Kita tetap on the track pada cara berpikir itu,” katanya. SK Kepengurusan Ullah dkk akan berakhir pada Desember 2021 ini.

Sementara itu Mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin (IAS) kembali mengundang makan malam sejumlah ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat kabupaten/kota.

Acara makam malam dan silturahmi itu digelar di Swiss Belhotel Losari Jalan Ujung Pandang, Kota Makassar. Acara makan malam berlangsung dua jam sejak pukul 20:00 WITA hingga pukul 22:00 WITA. IAS mengenakan baju kemeja biru Demokrat. Sementara ketua-ketua DPC lainnya mengenakan busana kasual.

Tampak hadir Bupati Pinrang yang Ketua Demokrat Pinrang Andi Irwan Hamid, Ketua Demokrat Palopo yang juga anggota DPRD Sulsel Fadriaty. Ketua Demokrat Maros Amirullah Nur Saenong, Ketua Demokrat Parepare Rachmat Sjamsu Alam.

IAS mengatakan ada 11 Ketua DPC yang hadir langsung.Di antaranya Pinrang, Maros, Wajo, Pangkep, Barru, Bulukumba, Parepare, Palopo, Takalar, Bantaeng, dan Jeneponto.Selebihnya lima ketua DPC Demokrat kabupaten kota lainnya terhubung via virtual.

IAS menyatakan keinginannya kembali memimpin Partai Demokrat Sulsel.Ia mengaku ingin membawa Partai Demokrat tampil sebagai pemenang pemilu legislatif 2024 di Sulsel.

IAS mengklaim jumlah DPC yang sudah memberikan dukungan untuk dirinya maju sudah 17 DPC. IAS memilih menutup rapat siapa saja 17 DPC itu untuk kepentingan soliditas partai.

Dalam kesempatan itu, IAS memaparkan visi misinya untuk Partai Demokrat Sulsel di hadapan para ketua-ketua DPC jika dipercaya kembali memimpin Demokrat Sulsel.Wali kota Makassar 2004-2014 itu sekaligus memperkenalkan tagline “Semangat Baru Demokrat” untuk mewujudkan target tersebut.

Silaturahmi ini bukan hanya mengundang ketua-ketua DPC, tapi juga seluruh anggota fraksi DPRD Sulsel dan petinggi pengurus Demokrat Sulsel saat ini.Suasana silaturahmi berlangsung santai sembari menikmati santap malam.

Sejauh ini, dari 11 partai politik pemilik kursi parlemen DPRD Sulsel, Partai Demokrat satu-satunya parpol yang belum melakukan musyawarah daerah. Pada 2022 mendatang, tahapan awal pemilu 2024 akan dimulai yaitu verifikasi partai politik peserta pemilu 2024.

Gelaran Musyawarah Daerah Partai Demokrat Sulawesi Selatan berpeluang mempertemukan pertarungan Ullah melawan Ilham Arief Sirajuddin.Baik IAS maupun Ni’matullah Erbe secara terbuka sudah menyatakan keinginannya maju bertarung.

Pertarungan IAS melawan Ni’matullah akan diselesaikan di tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP), bukan lagi sistem voting atau pemungutan suara seperti Musda 2016 lalu.

24 ketua DPC se-Sulsel, ditambah 1 suara DPD, dan 1 suara DPP memilih maksimal 3 calon ketua.Selanjutnya, 3 calon ketua nantinya akan dipilih oleh Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, dan BP OKK DPP Demokrat.