Bahas Jadwal Muscab DPC, Besok PPP Sulsel Gelar Rapimwil

Sekretaris DPW PPP Sulsel Nur Amal.

Sekretaris DPW PPP Sulsel Nur Amal.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan menggelar Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil). Kegiatan itu berlangsung selama dua hari yakni pada Sabtu esok 28 hingga Ahad 29 Agustus 2021 di Hotel Claro, Jalan Andi Pangerang Pettarani.

Sekretaris DPW PPP Sulawesi Selatan Nur Amal menjelaskan, salah satu agenda dalam kegiatan Rapimwil itu adalah pembahasan pemantapan persiapan muscab DPC PPP se-Sulawesi Selatan. Serta penyesuaian jadwal dalam kondisi PPKM.

“Jadwal muscab belum ada. Makanya kami gelar Rapimwil untuk membahas hal itu,”kata Nur ketika dikonfirmasi Djournalist.com, Jumat 27 Agustus 2021.

Lanjut Nur, kegiatan ini akan dihadiri Wakil Ketua Umum DPP PPP Amir Uskara dengan jumlah peserta sekitar 50 orang. Diantaranya Ketua DPC, Ketua Majelis, dan Pengurus Harian.

Terkait muscab, Ketua DPW PPP Sulsel, Imam Fauzan ingin tetap merawat beberapa kader berprestasi yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPC kabupaten/kota. Dia sedang mengupayakan adanya diskresi dari DPP.

Pasalnya ada aturan yang menyatakan Ketua DPC kabupaten/kota yang sudah dua periode tak bisa lagi maju di musyawarah cabang (Muscab). Nah, Fauzan menginginkan agar aturan ini tak berlaku bagi kader yang sudah berkontribusi banyak buat partai.

“Betul, kami di DPW sedang mengupayakan adanya diskresi di Muscab. Dengan catatan, diskresi itu kita usulkan kepada ketua-ketua (DPC kabupaten/kota) yang berprestasi,” kata Fauzan Jumat 20 Agustus pekan lalu.

Menurutnya, pemberian diskresi kepada kader yang berprestasi tak ada salahnya. Apalagi para ketua DPC PPP kabupaten/kota ini masih layak mengemban posisi tersebut. Toh mereka juga masih berharap menjadi ketua partai di wilayahnya.
“Daerah-daerah yang berprestasi kami upayakan agar mereka mendapat kebijakan diskresi dari DPP. Mereka ini yang mampu meraih hasil maksimal di Pileg (2019),” ujarnya.

Ketua Fraksi PPP DPRD Sulsel ini menuturkan, upaya yang dilakukan DPW ialah terus menjalin komunikasi dengan DPP. Fauzan yakin DPP tentu tidak mau menyepelekan masukan DPW yang asalnya dari tingkat bawah.

“Kami terus menjalin komunikasi intens dengan DPP. Memang DPP yang akan menjadi penentu nantinya. Tapi mereka juga berjanji akan mengakomodir apa yang diaspirasikan dari DPW PPP Sulsel,” sebutnya.

Soal jadwal Muscab DPC PPP kabupaten/kota, Fauzan sisa menunggu instruksi dari DPP. Namun jika pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tak diperpanjang lagi, ia optimis bisa melaksanakannya bulan depan.

“Kami berharap agar Muscab ini bisa segera dilaksanakan. Jika kondisi sudah membaik, kami targetnya bisa menggelar Muscab akhir bulan depan (September). Karena kan semuanya juga butuh persiapan,” tandasnya.

Sebanyak sembilan petahana yang terganjal maju di Muscab DPC PPP kabupaten/kota jika tak mengantongi diskresi. Diantaranya ialah Busranuddin Baso Tika (BBT) di Makassar, Nursyam Amin di Gowa, Nurdin HS di Takalar, Imam Taufiq di Jeneponto dan Askar HL di Bulukumba. Selanjutnya Rusli Sunali di Luwu, Muh Amin di Bone, Risman Lukman di Wajo, serta Andi Thamrin di Pinrang.

Ketua DPC PPP Jeneponto, Imam Taufiq tak menampik masih ingin menjadi ketua partai di wilayahnya. Sekalipun dirinya sudah dua periode memimpin partai ini.

“Memang pada Muktamar IX yang lalu, mencuat kesepakatan pemberian apresiasi kepada pimpinan partai di daerah. Khususnya terhadap ketua DPC yang berhasil mendongkrak kursi di Pileg 2019 lalu. Jadi kami berharap komitmen itu bisa terealisasi pada Muscab mendatang,” ucap Imam.

Wakil Ketua DPRD Jeneponto ini mengaku, pemberian apresiasi kepada kader berprestasi tak ada salahnya. Apalagi ini menyangkut kepentingan partai kedepan. Agar bisa lebih bekerja maksimal lagi menghadapi Pileg 2024 mendatang.

“Pengaruhnya sangat baik untuk pengembangan partai kedepan. Dan bisa saja, partai lain bisa mengadopsi konsep ini. Ini memberikan motivasi kepada pengurus yang memiliki pencapaian luar biasa kepada partai,” kuncinya.