DPP Deadline Taufan Pawe Selesaikan Musda Kabupaten Kota dalam Dua Minggu

Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan Taufan Pawe dipanggil menghadap oleh Elite Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Kamis 19 Agustus kemarin.

Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan Taufan Pawe dipanggil menghadap oleh Elite Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Kamis 19 Agustus kemarin.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan Taufan Pawe dipanggil menghadap oleh Elite Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Kamis 19 Agustus kemarin.

Informasi yang dihimpun, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mendelegasikan tiga orang menemui Taufan Pawe.

Ketiganya yaitu Wakil Ketua Umum Bidang Bappilu Ahmad Doli Kurnia Tanjung, Wakil Ketua Umum Bidang Kepartaian Kahar Muzakkir, dan Muhidin M Said Ketua Bappilu Wilayah Sulawesi.

DPP meminta Taufan Pawe menyelesaikan Musyawarah Daerah 24 kabupaten kota dalam kurun waktu 14 hari ke depan. Sejauh ini masih ada 8 kabupaten kota belum Musda.

DPP ingin Golkar Sulsel segera merampungkan skuad tempur beringin di 24 kabupaten kota untuk mempertahankan kemenangan pemilu legislatif 2024.

Setelah menghadap Doli, Kahar Muzakkar, dan Muhidin, Taufan Pawe menghadap Sekretaris Jenderal Golkar, Lodewijk Freidrich Paulus di ruang kerjanya, Gedung Nusantara I DPR RI.

Sepulang dari Jakarta, Taufan Pawe dkk kini diminta segera menyelesaikan Musyawarah Daerah dalam kurun waktu 14 hari ke depan.

Wakil Ketua Umum DPP Ahmad Doli Kurnia Tanjung meminta musda Golkar kabupaten kota diselesaikan dalam kurun waktu dua minggu ke depan.

“Kalau bisa selesaikan paling lama dua minggu, kalau tidak ini orang banyak ribut,” kata Doli kepada wartawan Jumat 20 Agustus 2021 malam.

Doli mengatakan pengurus DPD I provinsi lain sudah banyak yang telah merampungkan konsolidasi kabupaten kota. Ia berharap Golkar Sulsel juga segera merampungkan pembentukan pengurus kabupaten kota.

“Konsolidasi organisasi itu salah satu ukuran kita dalam mempercepat atau mengakselerasi kita dalam peningkatan elektabillitas partai kita. Di daerah lain sudah jalan, nah ini di Sulsel saya berharap dalam waktu dekat, saya titip jangan lama-lama, kalau bisa dua minggu sudah selesai,” kata Doli.

Doli juga menekankan Musda harus jadi momentum merangkul seluruh kader dan faksi-faksi. Ia berharap tidak ada kader yang terbelah atau terbuang.

Ia mengingatkan untuk jadi pemenang pemilu, maka Golkar harus solid merangkul seluruh kader. Sebab solid saja belum tentu menang, apalagi kalau terbelah.

Doli menekankan Partai Golkar harus tampil sebagai pemenang pemilu di 2024. Menurutnya sudah 20 tahun beringin tidak pernah lagi jadi pemenang setelah pemilu 2004 lalu.

“Jangan ada potensi dibuang, tolong konsolidasi, jangan buat sekat-sekat, jangan ada kader terbuang, karena satu kader itu mahal, apalagi banyak. Semua harus dirangkul. Kalau kita mau menang Golkar harus solid. Solid saja kita belum tentu menang apalagi jika tidak solid,” kata Doli.

Diketahui, Skuad tempur DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan di 24 kabupaten kota belum rampung hingga pertengahan Agustus 2021 ini. Golkar Sulsel belum memiliki pengurus definitif di 24 kabupaten kota.

Dari 24 kabupaten kota, baru 16 DPD II Golkar telah menggelar musyarawah daerah. 3 ketua terpilih di antaranya belum merampungkan skuadnya. Persaingan perebutan kursi ketua beringin masih alot di sejumlah daerah. Rivalitas masih memanas.

Rivalitas yang memanas contohnya ada di Musyawarah Daerah Partai Golkar Kabupaten Tana Toraja; klan Bupati Theofellus Allolerung melawan mantan Wakil Bupati Victor Datuan Batara.

Musda Golkar Tana Toraja sudah tiga kali ditunda. Kemudian persaingan Musda Golkar Lutra, Bupati Indah Putri Indriani bersaing melawan mantan bupati Arifin Junaidi.

Kemudian musda Golkar Palopo Wakil Wali Kota Palopo Rahmat Masri Bandaso, Ketua DPRD Kota Palopo Nurhaenih, dan anggota DPRD Kota Palopo Baharman Supri.

Kemudian Musda Golkar Barru persaingan Mudassir Hasri Gani melawan Wakil Ketua DPRD Barru Kamil Ruddin, dan Ketua Fraksi Golkar DPRD Barru Syamsuddin Muhiddin.

Golkar Enrekang persaingan Bupati Muslimin Bando (MB) melawan Andi Tenri Sose mantan Anggota DPRD Provinsi Sulsel.

Golkar Bulukumba persaingan enam kandidat; Nirwan Arifuddin Paladangi, AM Sukri Sappewali, Andi Hamzah Pangki, H Abu Thalib, Irwan Nasir dan Nasri Taba.

Dua Musda Golkar lainnya yang belum membuka pendaftaran ketua yaitu Golkar Kota Parepare dan Golkar Kabupaten Luwu Timur.

Sementara itu Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Taufan Pawe mengatakan akan mengupayakan menyelesaikan musda dalam waktu dekat. Taufan Pawe beralasan keterlambatan Musda karena ingin melahirkan skuad berkualitas dengan pendekatan mutu.

“Yang kami butuhkan kualitas hasilnya dinda bukan cepatnya, diupayakan waktunya tidak terlalu lama,” kata Taufan Pawe.

Taufan Pawe mengakui membahas progres kinerja dan konsolidasi yang dilakukan DPD I Golkar Sulsel kepada DPP. Diantaranya 16 DPD II telah menggelar musda. Sementara 8 daerah lainnya ditargetkan selesai dalam waktu dekat ini.

Taufan beralasan juga melaporkan strategi dan rencana kerja ke depan Partai Golkar Sulsel yang disertai kajian akademis, hingga dinamika-dinamika yang ada.

“Dan bagaimana keadaan yang sebenarnya terjadi di lapangan, saya terbuka dan laporkan semuanya,” kata Taufan Pawe.

Tak hanya itu, Ketua MKGR Sulsel ini turut melaporkan kinerja kader Golkar Sulsel dalam menyosialisasikan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto sebagai calon presiden.

“Kita laporkan semangat para kader di Sulsel dalam memperkenalkan simbol kemuliaan Partai Golkar (Airlangga Hartarto) kepada masyarakat. Baik dalam kegiatan sosial, pertemuan konstituen fraksi, konsolidasi DPD II, kecamatan, kelurahan desa dan dusun,” ungkapnya.

Taufan mengatakan, Lodewijk F. Paulus meminta dirinya membesarkan dan mempertahankan dominasi Partai Golkar Sulsel.

“Alhamdulilah kita mendapat apresiasi dari Pak Sekjen. Bahkan beliau mengatakan ke saya, Pak Taufan harus terus fokus kerja besarkan Golkar,” kata Taufan Pawe.

Sekretaris DPD I Golkar Sulsel Marzuki Wadeng mengatakan, Pemberlakuan Pembatasan Kegaitan Masyarakat (PPKM) jadi kendala musda.

Marzuki mengatakan 5 kabupaten kota sudah siap musda, sisa menunggu kasus Covid-19 redah baru menggelar Musda. Seperti Golkar Lutra, Toraja, Palopo, Enrekang, dan Barru.

“Golkar Lutra, Toraja, Palopo, Enrekang, Barru sudah selesai fit and proper test, sisa kita jadwalkan, cuman kendala sekarang masih PPKM,” kata Marzuki.

Sementara itu Golkar Kabupaten Bulukumba baru akan dijadwalkan fit and proper test kandidat ketua. Kemudian Golkar Parepare dan Golkar Luwu Timur, kata Marzuki, masih sementara konsolidasi kader.

“Jadi kita tinggal jadwalkan musdanya, kita menunggu PPKM dan covid mereda,” ujar Marzuki.