Bantu Menangkan Golkar di Sulsel, Doli Titip Pesan Buat NH

Dua politisi Golkar Sulsel Irwan Muin (kiri) dan Farouk M.Betta (kanan) saat bertemu dengan Wakil Ketua Umum DPP Golkar Ahmad Doli,Jumat 13 Agustus 2021.

Dua politisi Golkar Sulsel Irwan Muin (kiri) dan Farouk M.Betta (kanan) saat bertemu dengan Wakil Ketua Umum DPP Golkar Ahmad Doli,Jumat 13 Agustus 2021.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Pemilihan Kepala daerah tingkat kabupaten, kota dan provinsi masih terbilang jauh yakni 2024 mendatang.

Namun, partai yang dikomandoi Airlangga Hartarto sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi perhelatan tersebut.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Umum DPP Golkar, Ahmad Doli Kurnia saat bertandang ke Kota Makassar, Selasa 10 Agustus lalu.

Kedatangan Doli yang juga Ketua Komisi II DPR RI dalam lawatan ke Kota Daeng menjadi pembicara pada kegiatan kelas virtual diskusi hukum dan pemilihan umum yang digelar di KPU Provinsi Sulsel, Kamis 12 Agustus kemarin.

Selain menghadiri kegiatan di KPU, politisi muda partai berlambang pohon beringin itu juga menghadiri beberapa agenda.

Mulai orientasi pengurus di Golkar Pinrang, menghadiri kegiatan LK III BADKO HMI Sulselbar di Hotel La Macca dan menyempatkan bersilaturahmi dengan Bupati Kabupaten Gowa dua periode, Adnan Purichta Ichsan di rujabnya serta bertemu dengan pengurus LPM dan organisasi masyarakat dan pemuda di Sulsel.

Terbaru sebelum bertolak ke Jakarta, Doli juga meluangkan waktunya bertemu dengan Irwan Muin dan Farouk M Betta yang merupakan ketua dan sekretaris tim pemenangan H.A.M Nurdin Halid di Pilgub Sulsel 2024 mendatang.

Suasana keakraban antara ketiganya tampak terlihat dalam pertemuan tersebut. Apalagi, baik Irwan Muin maupun Aru masih merupakan kader partai Golkar.

Dalam pertemuan tersebut, Doli menitip pesan kepada Irwan dan Aru untuk menyolidkan Golkar apalagi kedepan akan menghadapi pesta demokrasi pemilihan kepala daerah.

“Kalau kita mau menang, Golkar harus solid. Solid saja, kita belum tentu menang apalagi jika tidak solid. Jalankan lah Partai sesuai dengan aturan main organisasi, jangan gaduh, dan kedepankan kepentingan Partai. Rangkul semua senior-senior dan sepuh Golkar serta seluruh kader,” tegas Bang Doli ke Aru dan Irwan, Jumat 13 Agustus 2021.

Selain memberikan masukan dan pandangannya bagimana Golkar dalam menghadapi kontestasi politik kedepan, Doli juga menitip pesan kepada keduanya untuk menyampaikan salam buat Nurdin Halid.

Legislator DPR RI itu mengaku bahwa Bang Nurdin itu salah satu senior Golkar yang banyak memberikan pelajaran dan panutan bagi kami di Golkar.

“Beliau sosok senior dan panutan. Banyak membantu dan memberikan pelajaran bagi kami di Golkar,” bebernya.

Disinggung perihal sosok atau figur yang layak diusung di Pilgub Sulsel 2024 mendatang, Doli tak menampik bahwa usungan Golkar di kontestasi Pilkada tidak mutlak ketua partai.

“Ketua Golkar tidak mutlak harus di usung Partai dalam Pilkada, baik Pilkada kabupaten maupun pilgub. Jika ketua Golkar tidak dapat menunjukkan kinerja baik,” urainya.

Terpisah, Aru yang dikonfirmasi mengatakan bahwa pertemuan ini hanya ngopi-ngopi biasa.

“Lama tidak ketemu bang Doli. Yah, ini ngopi-ngopi biasa saja,” kata Aru.

Ditanya terkait materi pembicaraan, Aru mengatakan, “Bang Doli berpesan bahwa tolong bantu memenangkan Golkar di Sulawesi selatan. Dan tolong titip salam buat bang Nurdin,” singkatnya.

Sebelumnya, Nurdin Halid yang kini dipercayakan sebagai Wakil Ketua di DPP Golkar Bidang Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) 2024 mendatang mulai mempersiapkan diri dan tim kecil untuk berkoordinasi dengan internal Golkar dan masyarakat umum.

“Persiapan politik 2024. Saya kumpul disini, percayakan pak Aru (Farouk M Betta) dan pak Irwan Muin sebagai ketua dan Sekretaris tim,” kata NH saat berada di Makassar beberapa waktu lalu.

Menurutnya, tugas Aru dan Irwan mencari tahu respon masyarakat dan kader internal Golkar soal kesiapan dirinya maju Pilgub Sulsel 2024.

Jika kader dan masyarakat memberikan respon positif, dirinya akan memberikan keputusan dan kesiapan.

“Mereka ditugaskan untuk menanyakan. Jadi, tugas pak Aru dan Irwan. Perlu menanyakan kader internal dan masyarakat saya maju atau saya tidak? Kalau kehendak kader dan masyarakat mau, maka saya persiapakan diri,” terangnya