Bawaslu Sulsel Gelar Sosialisasi Anti Politik Uang di Luwu

Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan Laode Arumahi membuka secara resmi Sosialisasi Desa Pengawasan Pemilu di Desa To'Lemo, Kecamatan Lamasi Timur, Kabupaten Luwu,Selasa 27 Juli 2021.

Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan Laode Arumahi membuka secara resmi Sosialisasi Desa Pengawasan Pemilu di Desa To'Lemo, Kecamatan Lamasi Timur, Kabupaten Luwu,Selasa 27 Juli 2021.

LUWU,DJOURNALIST.com – Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan Laode Arumahi membuka secara resmi Sosialisasi Desa Pengawasan Pemilu di Desa To’Lemo, Kecamatan Lamasi Timur, Kabupaten Luwu. Sosialisasi ini dalam rangka pencanangan desa sadar pengawasan dan antipolitik uang.

Ketua Bawaslu Sulsel HL Arumahi menjelaskan bahwa konstitusi kita melalui amandemen mempertegas bahwa kedaulatan ada di tangan rakyat dan dilaksanakan berdasarkan UUD.

“Kedaulatan ini berarti kekuasaan berada di tangan rakyat. Ini juga dapat dilihat dari proses demokrasi yang bersifat memberikan amanah kekuasaan pada orang tertentu. Seperti pada Pilpres, pilcaleg, pilkada hingga pilkades,” kata Arumahi,Selasa 27 Juli 2021.

Sekalipun hal ini normal, lanjut Arumahi, namun tetap ada kendala yang merusak proses demokrasi. Seperti politik uang. Karena efek negatif dari hal ini adalah pemimpin yang terpilih tidak lagi mandiri karena proses jual beli suara yang merusak demokrasi.

“Hingga proses dalam pemerintahan bukan lagi partisplipasi masyarakat tapi berdasarkan tawar menawar dari proses demokrasi yang didasarkan pada politik uang,” jelasnya.

Arumahi mengajak masyarakat untuk tidak berhenti dan selalu berusaha senantiasa membangun kesadaran bersama dalam memperbaiki demokrasi dan menolak berbagai hal terkait dengan politik uang.

Sementara itu, Kepala Sekretariat Bawaslu Sulsel Dr. Jalaludin menjelaskan sosialisasi dan pencanangab desa sadar pengawasan bertujuan untuk menguatkan SDM masyarakat dan membangun kesadaran mental dalam menolak politik uang.

“Ini supaya masyarajat sadar dampak dari politik uang,”katanya.

Adapun Kades To’Lemo Udding berharap dengan kegiatan ini dapat memberi hal positif pada masyarakat. Kondisi masyarakat bisa aman terkendali dengan adanya peran serta masyarakat dan pemerintah. Demikian pula dalam pengawasan pemilu yang melibatkan masyarakat. Hingga perlu ada kesadaran secara kolektif untuk menjaga stabilitas dalam pesta demokrasi.

“Salah satunya nilai melalui kegiatan yang dilaksanakan Bawaslu. Lewat kegiatan ini masyarakat bisa memahami dan terbangun kesadaran untuk melakukan pengawasan secara mandiri dalam menjaga proses demokrasi,” kata Kades To’lemo Udding.

Menurutnya, pembangunan bukan hanya persoalan dari fisik tapi juga membangun kepasitas dan pengetahuan terhadap sesuatu hingga memberi sebuah nilai.

Sosialisasi ini dihadiri juga Anggota Bawaslu Sulsel Amrayadi, Ketua Bawaslu Luwu Asriani Baharuddin, anggota Bawaslu Luwu Kaharuddin A dan Sam Abdi, Kades dan Warga desa To’Lemo dan dengan tetap memperhatikan prosedur kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.