Pilgub Sulsel 2024, Pengamat: Taufan Pawe Belum Miliki Basis Kuat

Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Takalar Zulkarnain Arief mendorong Taufan Pawe maju sebagai bakal calon Gubernur Sulawesi Selatan 2024, Sabtu 17 Juli 2021.

Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Takalar Zulkarnain Arief mendorong Taufan Pawe maju sebagai bakal calon Gubernur Sulawesi Selatan 2024, Sabtu 17 Juli 2021.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Partai Golkar harus bekerja keras dalam memenangkan Taufan Pawe bila Wali Kota Parepare itu terbukti maju dalam Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan pada tahun 2024 mendatang. Pasalnya, Taufan dinilai belum memiliki basis kuat secara personal. Termasuk di wilayah selatan.

Hal itu diungkapkan Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri Makassar, Firdaus Muhammad menanggapi janji politik Ketua Golkar Takalar Zulkarnain Arief yang akan memenangkan Taufan di wilayah selatan. Meliputi Makassar, Gowa, dan Takalar.

“Janji politik seperti itu harus diikuti komitmen dan kerja politik sistematis untuk mencapai target. Taufan Pawe belum memiliki basis kuat secara personal,”kata Firdaus ketika dikonfirmasi Djournalist.com, Rabu malam, 21 Juli 2021.

Sehingga kekuatan pada partai dan kader loyal harus kuat. “Harus seimbang,”ucapnya.

Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Takalar Zulkarnain Arief mendorong Taufan Pawe maju calon Gubernur Sulawesi Selatan 2024.

Zulkarnain mengatakan siap berjuang memenangkan Taufan Pawe di wilayah Selatan Sulsel.

Mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel itu mengaku siap memenangkan Partai Golkar di wilayah Selatan.

“Takalar pengembalian kejayaan Golkar di Selatan. Kita siap bersatu menangkan Taufan Pawe calon Gubernur dan Airlangga calon presiden,” kata Zulkarnain dalam musda Golkar Takalar, Sabtu 17 Juli lalu.

Zulkarnain sesumber menyampaikan target besar untuk kontestasi politik 2024 mendatang. Mulai dari Pemilu legislatif, Pilpres, Pilgub Sulsel, dan Pilkada Takalar 2024.

Zulkarnain menargetkan 110 ribu suara untuk Golkar di Pilgub Sulsel 2024.

“Kita target 110 ribu suara pileg, pilpres, dan Pilgub Sulsel. Ketua DPRD dan Bupati harus milik kader Golkar. Insyaallah Golkar ini partai besar, harus membuka diri, dan kepemimpinan beliau TP tidak main uang-uang,” kata Zulkarnain Arief.

Sedangkan Pengamat Politik dari Universitas Muhammadiyah Makassar Andi Luhur Priyanto mengatakan ucapan Zulkarnain dinilai sebagai bentuk deklarasi kesetiaan pada kepemimpinan Taufan,.

“Hal yang biasa saja,”ujar Luhur.

Lebih lanjut dia mengatakan, tapi untuk situasi dukungan Pilgub 2024, masih banyak kemungkinan-kemungkinan. Pileg dan Pilpres 2024 adalah ujian pra-Pilkada.

” Sehingga, ketua-ketua partai harus sukses, baru bicara soal kandidat dan dukungan di Pilgub 2024. Apalagi situasi politik Takalar telah berubah,”bebernya.

Di Pilkada 2017 dan Pileg 2019, Golkar Takalar mengalami kekalahan. Golkar gagal mempertahankan dominasinya di kekuasaan eksekutif dan legislatif daerah. Sebuah pencapaian yang mengecewakan, bagi daerah yang telah bertahun-tahun menjadi lumbung suara tradisional Golkar.

“Pergantian pengurus dan rekrutmen kader baru bisa menjadi ikhtiar untuk membawa reborn (kelahiran kembali) Golkar di pentas politik lokal Takalar. Sikap akomodatif dan rekrutmen pada tokoh-tokoh berpengaruh, setidaknya memberi harapan,”ucapnya.

Meskipun soal peluang politik ke depan, Golkar harus bertarung dengan partai penguasa di tingkat lokal. PKS, Partai Gelora, dan Partai NasDem tentu akan mempersiapkan juga kader dan strategi terbaiknya menghadapi momentum Pileg dan Pilkada 2024.