Jumlah Pemilih Hasil DPB di Sulsel Naik 5.265 Periode Juni 2021

Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Selatan melaksanakan Rapat Pleno rekapitulasi dan penetapan daftar pemilih berkelanjutan (DPB) periode bulan Juni tahun 2021, Rabu 7 Juli 2021 di aula KPU Sulawesi Selatan

Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Selatan melaksanakan Rapat Pleno rekapitulasi dan penetapan daftar pemilih berkelanjutan (DPB) periode bulan Juni tahun 2021, Rabu 7 Juli 2021 di aula KPU Sulawesi Selatan

MAKASSAR,DJOURNALIST.com  –  Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Selatan melaksanakan Rapat Pleno rekapitulasi dan penetapan daftar pemilih berkelanjutan (DPB) periode bulan Juni tahun 2021, Rabu 7 Juli 2021 di aula KPU Sulawesi Selatan

Dalam rapat pleno tersebut ditetapkan Jumlah daftar pemilih berkelanjutan untuk periode bulan Juni Tahun 2021 sebanyak 6.208.693, yang terdiri dari jumlah pemilih laki laki sebanyak 3.012.243 dan jumlah pemilih perempuan sebanyak 3.196.450. Serta jumlah pemilih disabilitas sebanyak 22.820 pemilih.

Anggota KPU Divisi Data dan Informasi KPU Sulawesi Selatan Uslimin menjelaskan rincian hasil pemutakhiran data pemilih berkelanjutan untuk bulan juni Tahun 2021.

“Adapun progresnya untuk bulan Mei jumlah DPB 6.203.428 Pemilih dan untuk periode bulan juni 6.208.693 Pemilih. ada kenaikan sejumlah 5.265 Pemilih,”kata Uslimin dalam keterangan tertulisnya yang diterima Djournalist.com.

Adapun hasil data itu dengan rincian jumlah pemilih sebagai berikut:

1. Pemilih baru di bulan Juni sejumlah 8.342 Pemilih adapun perincian jumlah di Kabupaten dan Kota yang mempunyai pemilih baru pada Pemutakhiran data Pemilih berkelanjutan bulan Juni tahun 2021
Kabupaten Sinjai 1960
Kabupaten Jeneponto 1420
Kabupaten Luwu 1164
Kabupaten Pinrang 1020
Kabupaten Bantaeng 969
Kabupaten Takalar 371
Kabupaten Toraja Utara 318
Kabupaten Soppeng 262
Kabupaten Enrekang 157
Kabupaten Luwu Timur 126
Kabupaten Wajo 108
Kabupaten Bone 92
Kabupaten Tana Toraja 52
Kabupaten Luwu Utara 52
Kabupaten Pangkep 51
Kabupaten Barru 49
Kota Palopo 48
Kabupaten Bulukumba 43
Kabupaten Maros 38
Kota Parepare 25
Kabupaten Gowa 14
Kabupaten Sidenreng Rappang 3
Kabupaten Kepulauan Selayar 0
Kota Makassar 0

2. Pemilih Tidak memenuhi syarat (TMS) dibulan Juni sejumlah 3.077 pemilih. Dari hasil Uraian dan jumlah pemilih tidak memenuhi syarat (TMS) di bulan juni terdapat 9 (sembilan) Kategori yaitu ;
1. Meninggal 1.807
2. Ganda 106
3. Dibawah umur 0
4. Pindah domisili 1.130
5. Tidak dikenal 0
6. TNI 18
7. Polri 16
8.Hak pilih dicabut 0
9. Bukan penduduk setempat 0

Dan uraian kabupaten dan Kota yang mempunyai pemilih terbanyak pada hasil pemutakhiran daftar pemilih berkalenjutan di bulan Juni :
-Makassar 912.554
-Bone 563.035
-Gowa 533.897
-Bulukumba 321.045
-Wajo 288.281

Sementara kabupaten dan kota yang mempunyai data pemilih terbanyak tidak memenuhi syarat pada daftar pemilih berkelanjutan di bulan Juni:
– Luwu 605
-Takalar 347
-Makassar 328
-Luwu timur 250
-Soppeng 234

Sedangkan kabupaten dan kota yang mempunyai sebaran pemilih perempun terbanyak:
-Makassar 470.556
-Bone 295.773
-Gowa 274.667
-Bulukumba 167.488
-Wajo 152.276

Kabupaten dan Kota yang memiliki sebaran pemilih laki laki terbanyak:
-makassar 441.988
-Bone 267.262
-Gowa 259.230
-Bulukumba 153.557
-Wajo 136.005

Kabupaten dan kota yang mengalami jumlah kenaikan data pemilih:
-Sinjai 1.877
-Jeneponto 1.318
-Pinrang 994
-Bantaeng 886
-Luwu 559
-Toraja Utara 161
-Enrekang 122
-Wajo 99
-Soppeng 28
-Luwu utara 24
-Takalar 24
-Pare pare 21
-Tana Toraja 11
– Maros 6

kabupaten dan kota yang mengalami jumlah penurunan data pemilih ;
– Makassar 328
-Luwu timur 124
-Barru 112
-Palopo 83
-Bulukumba 69
-Gowa 60
– Pangkep 39
– Selayar 30
– Bone 12
– Sidrap 8

“Inilah hasil rincian pemutakhiran data pemilih berkelanjutan untuk bulan Juni tahun 2021 di Provinsi Sulawesi Selatan. hasil dari data tersebut juga berkat kerja sama dengan stakeholder terkait yang selama ini dilakukan mulai tingkat provinsi sampai di kabupaten dan Kota,”tutur Uslimin.

Pemutakhiran data pemilih berkelanjutan ini dilakukan disetiap bulannya, dimana KPU Kabupaten dan Kota melakukan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan setiap bulannya di masing-masing daerah dan ditetapkan dalam pleno secara berjenjang mulai dari KPU Kabupaten dan Kota sampai penetepan pleno tingkat provinsi.