IAS-Ni’matullah Bersatu, Demokrat Kuat di Pemilu 2024

Sekretaris DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan Andi Azizah Irma Wahyudiyati

Sekretaris DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan Andi Azizah Irma Wahyudiyati

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Ilham Arief Sirajuddin alias IAS dan Ni’matullah disebut-sebut akan maju pada pemilihan Musyawarah Daerah atau Musda dengan agenda pemilihan Ketua Demokrat Sulawesi Selatan periode 2021-2026 mendatang. Kedua figur ini diharapkan dapat bersatu untuk membesarkan partai besutan Agus Harimurti Yudhoyono di daerah ini.

Sekretaris DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan Andi Azizah Irma Wahyudiyati berharap kedua figur ini dapat bersatu demi kepentingan partai dalam menghadapi Pemilu 2024 mendatang. Kalau hal itu terwujud, bukan hal mustahil Partai Demokrat akan kuat.

“Kalau mereka bersatu Insya Allah Partai Demokrat akan kuat di Pemilu 2024 mendatang,”kata Azizah Irma saat dikonfirmasi melalui pesan whatsApp, Rabu 30 Juni 2021.

Menurutnya, IAS dan Ullah-sapaan Ni-Matullah masing-masing mempunya kelebihan dan kekuatan politik yang nantinya bisa saling melengkapi.

“Say berharap bisa menjadi nilai plus buat Demokrat, terkhusus menghadapi 2024,”tutur legislator DPRD Sulawesi Selatan ini.

Sedangkan pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Luhur Andi Priyanto menambahkan, ada kondisi dilematis bagi Demokrat, jika rivalitas IAS dan Ulla betul-betul terjadi di Musda. Sesuatu yang seperti merepetisi nuansa persaingan Deng Ical dan Ulla di Musda sebelumnya.

“Dan seperti di ketahui, setelah Musda yang berlarut-larut tersebut berakhir, fragmentasi internal semakin tajam dan berujung pada hengkangnya Deng Jcal
dan elit Demokrat lainnya. Artinya Musda telah melemahkan soliditas dan solidaritas internal,”ujar Luhur.

Dengan demikian, jika pola persaingan Musda tetap berulang maka itu berpotensi menggores kembali “luka lama”. Beberapa DPC mungkin merasakan situasi seperti itu.

“Kehadiran figur alternatif, tentu hal baik bagi terutama bagi soliditas internal partai. Di tengah tingginya tensi persaingan kubu IAS dan Ulla, perlu figur perekat yang bisa mengakomodasi kepentingan kedua faksi pendukung,”jelasnya.