Ni’matullah dan IAS Dinilai Berimbang Jabat Ketua Partai Demokrat Sulsel 2021-2026

Dua calon Ketua Demokrat Sulsel periode 2021-2026 Ni'matullah dan Ilham Arief Sirajuddin akan bertarung dalam Musda partai Demokrat.

Dua calon Ketua Demokrat Sulsel periode 2021-2026 Ni'matullah dan Ilham Arief Sirajuddin akan bertarung dalam Musda partai Demokrat.

MAKASSAR,DJOURNALIST,com  –  Ada dua nama akan bersaing memperrebutkan posisi Ketua Demokrat Sulawesi Selatan periode 2021-2026 mendatang, yakni Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan Nimatullah Erbe dan mantan Ketua DPD Partai Demokrat Periode 2010-2015 Ilham Arief Sirajuddin atau IAS.

Direktur Eksekutif PT Indeks Politica Indonesia (PT IPI) Suwadi Idris Amir menilai Ullah-sapaan Nimatullah dan IAS memiliki peluang yang sama.

“Saya melihat kedua-nya (Ullah memiki peluang cukup berimbang, karena keduanya memiliki keunggulan masing-masing,”kata Suwadi,Senin 28 Juni 2021.

Menurutnya, Ullah punya keunggulannya memiliki loyalitas kuat AHY dan selalu digaris terdepan membela AHY saat konflik internal partai ini yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Artinya Ulla merawat betul komunikasi politiknya ke DPP,” jelasnya.

Sedangkan, IAS kata Suwadi sosok petarung, jika Demokrat dipimpin IAS maka Demokrat akan mampu bersaing dengan parpol besar lainnya.

Karena IAS memiliki loyalis dam finansial cukup kuat untuk Demokrat. Artinya keunggulan IAS di loyalis dan finansial lebih kuat dari Ullah.

“Namun idealnya kedua tokoh ini duduk bersama memikirkan yang terbaik untuk Demokrat, agar Domokrat makin kuat bukan terpecah,”ucapnya.

Sedangkan Pakar Politik Universitas Bosowa Makassar, Arief Wicaksono berpandangan bahwa dinamika internal Partai Demokrat Sulawesi Selatan, hampir sama dengan partai lain yang akan melaksanakan Musda.

“Karena kanalisasi dan sentralisasi kekuasaan partai ada di DPP,”tutur Arief.

Dia menyebutkan, dari dua nama yang muncul dan menguat akan maju di Musda yaitu Ullah dan IAS, penentunya berkaitan dengan kinerja dan strategi elektoral kedepan.

Misalnya, apakah IAS dan Ullah sama-sama bebas dari stempel mantan napi atau tidak? Apakah pak Ullah dan pak IAS pernah melawan AHY sebagai Ketua dan atau DPP (dalam bentuk yang luas) atau tidak?

“Atau, apakah pak Ullah dan pak IAS pernah terlibat dalam tsunami politik yang melibatkan KSP Moeldoko atau tidak?,”jelasnya.

Kalau salah satu isu ada yang melekat diantara keduanya (IAS dan Ullah), berarti peluangnya kecil untuk menang.

“Karena saya mencermati bahwa partai Demokrat ini akan sangat mempertimbangkan segala hal yang negatif yang bisa mencederai elektabilitasnya jelang pemilu 2024 mendatang,”bebernya.

Adapun Ketua Badan Pemenangan Pemilu atau Bapilu DPD Demokrat Sulawesi Selatan Selle KS Dalle mengatakan hingga saat ini pihaknya masih menunggu jadwal pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Demokrat Sulsel.

“Di luar Jawa memang sebagian telah menggelar Musda. Kalau Sulsel, sampai saat ini belum ada. Mungkin setelah lebaran baru ada jadwal,” kata Selle, di Kantor DPRD Sulsel, belum lama ini.