Arjuna Akui Dirinya Pernah Murtad dari Golkar

Bakal calon Ketua Golkar DPD II Kabupaten Luwu Utara Arifin Djunaidi saat mengikuti fit and proper test di DPD I Golkar Sulawesi Selatan, Jumat, 25 Juni 2021.

Bakal calon Ketua Golkar DPD II Kabupaten Luwu Utara Arifin Djunaidi saat mengikuti fit and proper test di DPD I Golkar Sulawesi Selatan, Jumat, 25 Juni 2021.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com  –  Mantan Ketua Golkar Kabupaten Luwu Utara Arifin Djunaidi atau Arjuna mengakui jika dirinya pernah murtad dari Partai Golkar Sulawesi Selatan. Pasalnya dia pernah menjadi bakal calon anggota legislatif dari Partai Amanat Nasional atau PAN.

“Saya terkendala diskresi karena pernah murtad dari Golkar. Karena saya ke PAN saat Pileg 2019 lalu,”ujar Arjuna kepada awak media, seusai mengikuti fit and proper test sebagai bakal calon Ketua DPD II Golkar Luwu Utara di Sekretariat DPD 1 Golkar Sulawesi Selatan, Jalan Bontolempangan, Jumat, 25 Juni 2021.

Namun demikian, Arjuna mengatakan,dia bukan sebagai pengurus dari PAN walau memiliki Kartu Tanda Anggota atau KTA.

“Hanya kebutuhan untuk mencalonkan saja dan pada akhirnya nama saya pun tidak masuk sebagai bakal caleg ketika itu,”jelasnya.

Arjuna mengungkapkan, diskresi dari DPP satu-satunya peluang untuk dapat maju dalam Musyawarah Daerah atau Musda. Dengan agenda pemilihan calon ketua partai di daerah tersebut. Karena selain dirinya, nama Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani merupakan saingannya.

“Ada dua calon yang ingin maju sebagai ketua Golkar di Luwu Utara. Tapi hanya satu diskresi yang dikeluarkan oleh DPP,”ucapnya.

Jika DPP Partai Golkar tidak mengakomodir namanya untuk mendapatkan diskresi. Maka dia akan beristirahat dalam dunia politik.

“Saya akan istirahat dari dunia politik. Dan saya juga tidak akan melakukan manuver ke DPP. Saya mencalonkan diri sebagai ketua Golkar Luwu Utara karena persoalan harga diri,”bebernya.

Adapun Wakil Sekretaris Golkar Sulawesi Selatan Zulham Arif mengatakan, DPD Golkar Sulawesi Selatan tetap mengirim dua nama ke DPP untuk diberikan surat diskresi. Yaitu Indah Putri Indriani dan Arjuna

“Kami serahkan sepenuhnya ke DPP. Siapa yang diberikan surat diskresi. Tapi tentu DPD Golkar Sulsel mencantumkan beberapa catatan dari hasil tes uji kepatutan dan kelayakan ini,”jelasnya.