DPP Berkarya Kembalikan Jabatan Ferdi Andi Lolo

Sekretaris DPW Partai Berkarya Sulawesi Selatan,Ferdi Andi Lolo memperlihatkan AD/RT partainya saat dicoret dalam struktur pengurus DPP beberapa waktu lalu.(Foto/Djournalist.com)

Sekretaris DPW Partai Berkarya Sulawesi Selatan,Ferdi Andi Lolo memperlihatkan AD/RT partainya saat dicoret dalam struktur pengurus DPP beberapa waktu lalu.(Foto/Djournalist.com)

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Ferdi Andi Lolo kembali masuk dalam struktur pengurus DPW Partai Berkarya Sulawesi Selatan periode 2020-2025. Setelah namanya sempat dicoret oleh DPP karena dianggap melakukan pelanggaran.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Berkarya, Badaruddin Andi Picunang menjelaskan, sesuai hasil pleno DPP pada tanggal 18 Juli lalu, nama Ferdi di kembalikan. Sehingga Surat Keputusan (SK) nomor: SK-DPW.26.A/DPP/Berkarya/IV/2021. Tentang pengesahan pengurus DPW Partai Berkarya Sulawesi Selatan Periode 2020-2025 yang diteken tanggal 23 April lalu cabut.

“Kemudian dibuat SK-DPW.26.B/DPP/Berkarya/IV/2021. Tertanggal 18 Juli, di mana nama Ferdi telah dikembalikan,”ujar Badaruddin ketika dikonfirmasi Djournalist.com melalui pesan WhatsApp, Selasa malam, 22 Juli 2021.

Lebih lanjut Badaruddin mengungkapkan, namun bila ada pelanggaran di kemudian hari, maka DPP akan memberi sanksi tegas. “Kita akan ganti secara permanen,”ucapnya.

Bahkan, ia menampik tudingan Ferdi mengenai adanya jual beli SK yang ditujukan kepadanya.” Dan tidak ada jual beli SK ya seperti yang disuarakan Ferdi sehingga dia kita pecat sebelumnya,”ucapnya.

Dengan kembalinya Ferdi dalam struktur pengurus partai, otomatis Zakaria Ibrahim yang ditunjuk sebagai Sekretaris Wilayah Partai Berkarya Sulawesi Selatan sudah tidak berlaku lagi.

Diketahui, DPP mencoret nama Ferdi dalam struktur pengurus Partai Berkarya Sulawesi Selatan karena dianggap melakukan pelanggaran. Yaitu kondisi Sekretariat DPW Partai Berkarya Sulawesi Selatan yang beralamat di Jalan Gunung Bawakaraeng Makassar tidak ada aktifitas sejak dilantik Januari 2021, permintaan pengurus DPD Kabupaten/Kota untuk mengevaluasi Sekretaris Wilayah atau Sekwil.

Lalu, langkah-langkah brutal yang dilakukan Ferdi menyerang pribadi Sekjen DPP Partai Berkarya di media sosial dengan informasi tanpa data dan fakta.