PAN Sulsel Klaim Kader Pindah ke Partai Ummat Tak Berpengaruh di Pemilu 2024

Wakil Ketua DPW PAN Sulsel,Irfan AB.

Wakil Ketua DPW PAN Sulsel,Irfan AB.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com  –  Wakil Ketua PAN Sulawesi Selatan,Irfan AB mengklaim beberapa kader PAN yang hijrah ke Partai Ummat tidak mempengaruhi target yang dicapai oleh partai besutan Zulkifli Hasan pada Pemilu 2024 mendatang.

“Kami yakin hal itu tidak berpengaruh pada target kami di Pemilu 2024,”ujar Irfan kepada awak media di DPRD Sulawesi Selatan,Selasa,22 Juni 2021.

Pasalnya, pangsa pasar PAN dengan Ummat berbeda. Apalagi komposisi pengurus DPW dan DPD PAN sudah ada pasca muswil dan musda digelar beberapa waktu lalu.

“Target kami di Pemilu 2024 dapat meraih kursi pimpinan DPRD Sulawesi Selatan. Seperti yang terjadi 2014 silam,”ucapnya.

lebih lanjut Irfan mengatakan,PAN saat ini fokus menghadapi verifikasi faktual yang akan dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum atau KPU.

“Mereka yang pindah ke Partai Ummat bukan pendulang suara,”tutur Irfan.

Sementara itu, Ketua Majelis Pengawas Partai Ummat Sulsel, Buhari Kahar Muzakkar mengakui beberapa kader PAN bergabung dengan partai ummat terutama dirinya.

“Ada pak Halim Kamaruddin yang juga mantan ketua DPW, sekertairs DPW kita sekarang, Mahyuddin mantan kader PAN juga,”kata Buhari ketika dikonfirmasi awak media.

Lanjut Buhari, untuk di kabupaten/kota ada Andi Djanuar Tobo kini mempimpin partai Ummat Barru dan pernah juga menjadi ketua DPD PAN dan mantan anggota DPRD Sinjai, Tajuddin.

“Masih banyak yang lain, seperti mantan sekertaris PAN Takalar dan Luwu hampir semua pengurus partai ummat dari PAN. Begitu pula di Palopo mantan anggota DPRD PAN,”jelasnya.

Namun demikian, Buhari mengakui kalau partai ini belum terverifikasi. Tetapi ia mengkalim banyak kader dari partai lain ingin bergabung karena memiliki kesamaan ideoligi dengan Amein Rais.

“Sebenarnya ini kami belum maskimal. Tapi kalau sudah terdaftar dari kemneterian hukum dan HAM akan lebih banyak lagi bergabung, karena kami tidak membentuk banyak pengurus yang hanya 7 sampai 9 orang saja ditingkat DPD,” jelasnya.