DPP Partai Berkarya Copot Ferdi Andi Lolo, Ini Kesalahannya

Sebanyak 28 Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Beringin Karya (Berkarya) periode 2020-2025 resmi bertugas.

Sebanyak 28 Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Beringin Karya (Berkarya) periode 2020-2025 resmi bertugas.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – DPP Partai Berkarya mengambil langkah tegas bagi kader yang dianggap membuat kesalahan. Salah satunya mencopot Ferdi Andi Lolo sebagai Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Partai Berkarya Sulawesi Selatan.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin 7 Juni 2021 menjelaskan, Ferdi resmi diberhentikan dari kepengurusan Partai Berkarya per tanggal 23 April 2021. Penggantinya adalah kader muda yang energik, Zakaria Ibrahim yang juga Ketua Angkatan Muda Partai Berkarya Sulsel.

“Pemberhentian ini sebagai langkah penyelamatan partai dalam rangka menghadapi verifikasi calon peserta Pemilu 2024 yang sudah dimulai tahapannya awal tahun 2022,”kata Badaruddin.

Menurutnya,alasan pemberhentian di antaranya kondisi sekretariat DPW Sulsel yang beralamat di Jalan Gunung Bawakaraeng Makassar yang tidak ada aktifitas sejak dilantik Januari 2021, permintaan pengurus DPD Kabupaten/Kota untuk mengevaluasi Sekwil.

Selanjutnya, kata Badaruddin langkah-langkah brutal yang dilakukan Ferdi Andi Lolo menyerang pribadi Sekjen DPP Partai Berkarya di media sosial dengan informasi tanpa data dan fakta.

“Selain pemberhentian, partai juga menunjuk kuasa hukum untuk melaporkan beberapa tindakan Ferdi yang merugikan partai dan pribadi sekjen. Laporan ke Mahkamah Partai yang resmi dan pihak kepolisian sedang berproses,”jelasnya.

Lanjut Badaruddin, partai lagi bersih-bersih menghadapi tahapan verifikasi. Fokus pada pembentukan struktur pengurus yang solid, anggota yang kompak dan langkah-langkah pengamanan partai menuju sukses Pemilu 2024.

“Yang mbalelo kita parkir dulu,”tegas Badaruddin.