Arjuna Tak Butuh Diskresi, Kader : Dulu Pak TP Saja Kader Tulen Pakai Diskresi

MASAMBA, DJOURNALIST.com – Plt Ketua DPD II Golkar Luwu Utara, Arifin Junaedi (Arjuna) mengaku jika dirinya tak butuh Diskresi untuk maju di arena musda. Pernyataan itu menuai reaksi dari kalangan kader, dan membandingkan perjuangan Taufan Pawe (TP) yang merupakan kader tulen Golkar namun tetap membutuhkan diskresi untuk maju di Musda DPD I Golkar Sulsel Agustus 2020 yang lalu.

Kader DPD II Golkar Luwu Utara, saat ini masih menanti kejelasan kapan pelaksanaan Musda akan digelar, meski di tahapan pendaftaran calon ketua beberapa waktu yang lalu, ada dua tokoh yang mendaftar dan mengembalikan formulir pendaftaran.

Mereka adalah Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani dan Plt Ketua DPD II Golkar Luwu Utara, Arifin Junaedi (Arjuna). Namun usai tahapan pendaftaran, Arjuna mengeluarkan pernyataan jika dirinya tak butuh Diskresi untuk bisa masuk ke arena musda nantinya.

Padahal Arjuna 2019 yang lalu mundur dari partai Golkar dan bergabung ke Partai Amanat Nasional, bahkan namanya juga masuk dalam strukture kepengurusan sebagai Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN Luwu Utara.

Mantan Korbit Kepartaian DPD II Golkar Lutra, Rais ST menyampaikan baik Indah Putri Indriani maupun Arjuna harus mengantongi diskresi DPP untuk bisa masuk ke arena musda nantinya. Dirinya menyangkan pernyataan Arjuna yang dinilainya sangat keliru.

“Bukan rahasia lagi kalau pak Arjuna itu mantan pengurus PAN 2019 kemarin. Sangat disayangkan sekelas pak Arjuna ngomong tak butuh diskresi. Nah pak Taufan Pawe saja dulu pakai diskresi loh untuk bisa maju musda DPD I. Meskipun dia kader tulen, Ketua Golkar Pare-pare pula saat maju musda Golkar Sulsel,” kata Rais dalam keterangan tertulisnya yang diterima Djournalist.com, Kamis 20 Mei 2021.

Pada pelaksanaan musda DPD I Golkar Sulsel Agustus 2020 lalu di Jakarta, Taufan Pawe saat itu berstatus sebagai ketua DPD II Golkar Pare-pare. Taufan mendaftarkan diri untuk ikut bertarung merebut kursi ketua DPD I Golkar Sulsel, hanya saja ada syarat yang tidak dipenuhi oleh Taufan Pawe. Salah satu syarat tidak dipenuhi lantaran TP memiliki saudara di partai lain, sehingga dirinya membutuhkan diskresi untuk maju dalam musda.

” Dulu Pak TP Saja Kader Tulen Pakai Diskresi. Memang Arjuna dulu ketua Golkar Lutra tapi pernah mundur sebagi kader, anaknya juga keluar dari fraksi Golkar untuk daftar di partai lain” sindir Rais yang juga merupakan Sekretaris SOKSI Luwu Utara (salah satu organisasi pendiri partai Golkar)

Rais juga mengungkapkan, tidak adanya kejelasan pelaksanaan musda Golkar Luwu Utara sampai saat ini tentu berdampak pula pada kondisi partai berlambang beringin rimbun itu. Menurutnya disaat partai lain sudah bekerja dan melakukan banyak hal, justru Golkar masih terjebak dalam pusaran konflik kepentingan segelintir orang yang saat ini memegang kendali, terutama Golkar Luwu Utara.

” Masih banyak agenda yang harus dikerjakan keepan. Konsolidasi dan agenda lainya sudah menanti. Kalau pelaksanaan musda saja harus molor terus karena ada kepentingan atau ambisi pribadi, kita bisa ketinggalan jauh dari partai lain. Jadi musda secepatnya harus digelar, mau tunggu apa lagi,” tegasnya.

Sekedar diketahui pelaksanaan Musda DPD II Golkar Luwu Utara hingga saat ini belum ada kejelasan, meskipun sebelumnya DPD I Golkar Sulsel memberi target paling lambat maret 2021 musda sudah digelar. (Rilis)