Jelang Muswil PPP, Pakar Nilai Muhammad Aras Masih Terbaik

Muhammad Aras

Muhammad Aras

MAKASSAR,DJOURNALIST.com  – Sejumlah pakar politik menilai Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Selatan, Muhammad Aras masih merupakan calon ketua yang terbaik dibanding figur lainnya.

Pakar politik dari Universitas Hasanuddin, Dr Andi Lukman Irwan mengatakan ada enam syarat menjadi pemimpin yang unggul, yakni moralitas, intelektualitas, personalitas atau kepribadian, sisi humanis, ketegasan, dan pengalaman politik.

“Keenam syarat tersebut melekat dan dimiliki oleh ketua PPP Sulsel bapak Muhammad Aras sehingga mampu mendongkrak posisi elektoral PPP di tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/kota,” kata Lukman, Rabu 28 April 2021.

Ia mengingatkan tantangan berat yang akan dihadapi PPP pada kontestasi pileg 2024 mendatang. Karena itu elit partai ditingkat pusat harus mampu memilah dan memilih figur yang mampu mendongkrak elektoral sehingga performa partai tidak menjadi lemah.

“Lemahnya performa partai politik disebabkan oleh beberapa faktor, seperti rendahnya kualitas pola rekrutmen dan mekanisme kaderisasi dalam tubuh partai politik. Kadang yang tumbuh dan berkembang pesat adalah menguatnya politik kekerabatan dan juga memunculkan kader secara instan yang masih belum memiliki pengalaman politik yang mumpuni,” tandasnya.

Oleh karenanya, elit DPP diingatkan untuk tidak menjadikan kontestasi kepemimpinan PPP Sulsel sebagai ajang uji coba bagi figur yang belum memiliki pengalaman kepemimpinan politik yang teruji. Apatah lagi Sulsel merupakan barometer kekuatan politik untuk kawasan timur Indonesia.

Terpisah, Pakar Politik Univesitas Muhammadiyah Makassar, Dr Abdi juga menilai Muhammad Aras sebagai figur pemimpin terbaik di PPP Sulsel selama ini dan ke depan.

Seorang ketua partai, jelasnya, wajib menjadi cerminan seorang panutan, pengayom, pemersatu, pemilik daya tarik elektoral pemilih, cendekia, berpengalaman, dengan rekam jejak prestasi yang baik. Parameternya adalah keterpilihan dirinya sendiri dan akumulasi banyaknya peningkatan Anggota Dewan yang didudukkan dalam periode kepemimpinannya.

“Dan yang terpenting pula adalah harus ada peningkatan persentase Anggota Dewan yang berhasil menjadi Ketua DPRD di Kabupaten atau Kota. Oleh sebab itu, apabila PPP Sulsel akan memilih Ketua, maka harus mempertimbangkan dengan cermat variabel kapasitas kematangan, kapabilitas, kompetensi leadership, elektabilitas, termasuk akseptabilitas dirinya pada masyarakat terkhusus kepada warga PPP dan simpatisannya yang terkenal agamis religius selama ini,” tuturnya.

Seirama, Pengamat Politik Universitas Hasanuddin, Dr Tasrifin Tahara meyakini figur Muhammad Aras yang kaya pengalaman jauh lebih baik dibanding figur pemimpin muda yang belum matang. Terutama bila mempertimbangkan basis kultural PPP selama ini di Sulsel.

“Saya yakin basis kultural PPP Sulsel menginginkan pemimpin yang selama ini sudah konsisten memperjuangkan visi partai, selalu mengutamakan komunikasi dalam bentuk ukhuwah atau silatuhrahmi yang intens dengan basis di daerah. Selain itu, tradisi masyarakat Sulsel dalam melihat figur pemimpin adalah senioritas yang sudah punya pengalaman bukan pada figur-figur yang baru muncul atau masih muda,” tegasnya.

Pola patronase dalam tradisi politik Sulsel senantiasa mendambakan figur pemimpin yang selalu mengayomi dan memperhatikan masalah yang ada pada masyarakat hingga di daerah.

“Saya kira Dr Muhammad Aras, adalah figur yang masih mumpuni dan patut dipertahankan untuk memimpin PPP Sulsel karena memiliki prinsip-prinsip yang menjadi tradisi berpolitik di Sulsel dan visi perjuangan partai serta basis kulturalnya,” imbuh Tasrifin.