Dua Kader Demokrat di Sulsel Hijrah ke Golkar Ditengah Isu Kudeta AHY

Dua kader Partai Demokrat di Sulsel yaitu Bupati Toraja Utara terpilih Yohanis Bassang atau Ombas (kiri) dan Wakil Bupati Selayar terpilih Saiful Arif (kanan).

Dua kader Partai Demokrat di Sulsel yaitu Bupati Toraja Utara terpilih Yohanis Bassang atau Ombas (kiri) dan Wakil Bupati Selayar terpilih Saiful Arif (kanan).

MAKASSAR,DJOURNALIST.com  –  Ditengah isu kudeta terhadap Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, justru dua kader partai ini di Sulawesi Selatan hijrah ke Partai Golkar. Yaitu Bupati Toraja Utara terpilih Yohanis Bassang atau Ombas dan Wakil Bupati Selayar terpilih Saiful Arif.

Diketahui Ombas tercatat sebagai Ketua Dewan Kehormatan DPC Partai Demokrat Kabupaten Toraja Utara. Sedangkan Saiful Arif tercatat sebagai Ketua Dewan Penasehat DPC Partai Demokrat Kabupaten Selayar.

“Benar saya hijrah ke Partai Golkar. Tapi perlu diingat saya bukan orang baru di partai ini,”kata Saiful ketika dikonfirmasi Djournalist.com, Rabu, 24 Februari 2021.

“Tapi saya ke Golkar bukan karena isu kudeta terhadap AHY yang tengah viral di media,”dia menambahkan.

Lebih lanjut dia mengatakan, dirinya ke Golkar karena ingin berbuat banyak untuk daerahnya setelah terpilih sebagai calon wakil bupati Selayar. Pasalnya, pada pemilihan legislatif 2019 lalu saat menjadi kader Partai Demokrat ia kalah dari rivalnya, Ince Langke dari Partai Golkar. Padahal saat itu suaranya unggul.

“Saya gabung ke Partai Demokrat kala itu atas saran ibu Ina Aroepala. Kemudian maju sebagai anggota legislatif untuk DPRD Sulsel. Suara saya unggul dari Ince Langke. Tapi kalah dari perolehan suara partai. Sehingga saya tidak terpilih. Lalu di Pilkada 2020 lalu, saya terpilih sebagai wakil bupati. Kemudian saya diajak gabung ke Golkar mengapa tidak, ini kesempatan saya berbuat banyak untuk rakyat,”jelasnya.

Adapun Ombas dikonfirmasi hingga berita ini diturunkan, tidak berhasil dihubungi.Diketahui, Ombas telah mengambil formulir pendaftaran sebagai calon Ketua DPD II Golkar Toraja Utara pada Senin, 22 Februari lalu.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD Demokrat Sulawesi Selatan, Selle KS.Dalle menampik kalau dua kader demokrat ini hijrah karena isu kudeta AHY. Tetapi jauh sebelum itu terjadi.

“Kalau pak Saiful sejak awal kami bisa memahami. Karena ketika pengajuan paket Basli Ali-Saiful Arif di Pilkada Selayar. Golkar mensyaratkan untuk paket Golkar-Golkar. Sehingga kami menganggap waktu itu Saiful telah bergabung ke Golkar walau secara administrasi belum. Jadi tidak ada masalah bagi kami,”kata Selle.

Bagi Demokrat, lanjut Selle ditinggalkan kader pada saat berada di posisi starategis hal yang biasa. “Tapi tidak dengan Ombas. Moral politiknya sangat rendah,”jelasnya.

Isu kudeta terhadap AHY yang diduga dilakukan pihak eksternal mencuat pada bulan Februari. Bahkan berimbas ke daerah. Untuk di Sulsel sendiri, Partai Demokrat solid mendukung AHY bahkan menolak dilakukannya Kongres Luar Biasa atau KLB.