Tak Dukung Arjuna Maju Musda, Pengurus dan Pincam Golkar Lutra Dipecat

Sejumlah pengurus DPD II Golkar Kabupaten Luwu Utara di pecat, Penyebnya diduga menolak menandatangai surat dukungan kepada Arifin Junaedi untuk bertarung di musda.

Sejumlah pengurus DPD II Golkar Kabupaten Luwu Utara di pecat, Penyebnya diduga menolak menandatangai surat dukungan kepada Arifin Junaedi untuk bertarung di musda.

MASAMBA,DJOURNALIST.com  — Sejumlah pengurus DPD II Golkar Kabupaten Luwu Utara di pecat, Penyebnya diduga menolak menandatangai surat dukungan kepada Arifin Junaedi untuk bertarung di musda.

Jelang musyawarah daerah (musda) DPD II Golkar Luwu Utara, Arifin Junaedi (Arjuna) kini mulai menggalang dukungan, dengan meminta para pimpinan cabang (pincam) Golkar se-Luwu Utara untuk menandatangani surat peryataan dukungan.

Jika menolak, mereka dipecat dari jabatanya sebagai pincam. Seperti yang dialami oleh Pincam partai Golkar Kecamatan Baebunta, Yusran Hamka.

” Tentu saya mempertanyakan alasan mendasar pemberhentian saya sebagi Ketua Pincam Baebunta. Saya sudah 17 tahun menjadi pengurus dan tidak pernah melakukan pelanggaran organisasi,” kata Yusran, Selasa 16 Februari 2021.

Dia mengaku, jika dia sempat diminta untuk menandatangani surat pernyataan dukungan kepada Arifin Junaedi (Arjuna) untuk maju di musda. Arjuna saat ini menjabat sebagai plt Ketua DPD II Golkar Luwu Utara.

“Pak Arifin mengutus orang terdekatnya datang ke saya, membawa surat pernyataan dukungn, disitu sudah ditulia nama saya sebagai pincam Baebunta, dan saya diminta tanda tangan saja, tapi saya menolak,” ungkapnya

“Apa karena saya menolak menandatangani rekomendasi dukungan untuk pak Arifin di musda? sehingga saya dipecat.? Padahal saya menolak karena ada mekanisme organisasi di kepengurusan pincam yang harus dilalui. Tidak bisa rekomendasi dukungan serta merta diberikan begitu saja. Apalagi proses musda belum dimulai. Waktu pelaksanaan musda saja belum jelas masa sudah minta rekomendasi dukungan,” sambung Yusran Hamka.

Yang anehnya lagi lanjut Yusran, alasan Arifin memecat dirinya karena dia positif covid-19. Menurutnya alasan tersebut sangat mengada-ngada.

“Musda juga kan tidak jelas kapan. Kalau alasan karena saya covid, itu ketua DPD I Taufan Pawe positif covid beliau hanya isolasi, tidak dipecat. Kan lucu alasan itu,” tutup Yusran.

Hal yang sama dialami oleh Rais, dirinya juga dipecat sebagai pincam Kecamatam Sukamaju Selatan, dirinyapu mempertanyakan keputusan Arifin junaedi yang melengserkan dirinya secara tiba tiba.

“Saya jadi heran kok tiba-tiba diganti sebagai Plt. Pincam Sukamaju Selatan, dan belakangan dihilangkan dari daftar susunan kepengurusan DPD II Golkar Luwu Utara. Saya Gak pernah tuh melakukan pelanggaran,” keluhnya.

Bahkan menurut Rais, Arifin Junaedi justru telah melakulan pelanggaran sebab beberapa kader yang sebelumnya telah melanggar kebijakan DPP Partai Golkar di pilkada yang lalu justru diakomodir dalam kepengurusan yang disusun Arifin.

” Pak Arifin ini justru sangat berlebihan sebagai calon ketua dan Plt yang bertugas melaksanakan musda. Toh kalau pak Arifin mau maju di musda, yah silahkan saja tapi jangan korbankan kerja-kerja teman pincam yang sudah berjalan sejauh ini,” kesal Rais.

Kebijakan Arifin juga disesalkan Ketua BSN Partai Golkar Luwu Utara, Haeruddin Kasim. Kata dia seharusya jelang musda Arifin tidak membuat internal partai jadi gaduh karena ambisi pribadinya.

“Silahkan saja kalau mau maju, tapi jangan bikin gaduh. Inilah sejak awal kenapa kami mengingatkan pak Arifin sebagai Plt Ketua untuk fokus melaksanakan musda. Jangan keinginan pribadi beliau merusak partai secara keseluruhan, mengabaikan aturan dan mekanisme partai, termasuk soliditas partai yang sudah terbangun baik,” sindir Haeruddin.