Ni’matullah Harap Pilkada dan Pilpres Tak Digelar Serentak di 2024

Ketua Demokrat Sulsel Nimatullah.

Ketua Demokrat Sulsel Nimatullah.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Ni’matullah berharap Pemilihan kepala daerah (pilkada),pemilihan anggota legislatif (pileg), dan pemilihan presiden (pilpres) pada pemilu 2024 mendatang tidak digelar secara serentak.

Demokrat menginginkan, Pilkada tetap digelar pada 2023 mendatang. Disesuaikan periodenya masing-masing.

“Saya berharap Pilkada serentak dengan Pemilu nasional pada 2024 tidak digelar,”kata Ni’matullah kepada awak media, Selasa,19 Januari 2021.

Saat ini, DPR tengah membagas revisi Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (RUU Pemilu). Jika merujuk UU saat ini, Pilkada akan digelar serentak dengan Pemilu 2024.

Menurut Ketua Partai Demokrat Sulawesi Selatan ini, ada beberapa alasan mengapa partainya tidak ingin Pilkada, Pilpres, dan Pileg diserentakkan.

Pertama, menurut dia, Pilkada bersamaan dengan Pileg dan Pilpres 2024 akan menciptakan beban teknis pemilihan berlebih bagi penyelenggara pemilu.

Ketika baru Pileg dan Pilpres saja yang disatukan pada 2019 silam, telah jatuh korban ratusan penyelenggara meninggal dunia begitupun yang mengalami sakit

“Beban kerja di Pemilu Serentak 2019 yang cukup besar menjadi salah satu faktor banyak petugas yang sakit atau meninggal dunia. Karena itu, Partai Demokrat tidak ingin penyerentakan pemilu agar kejadian nahas pada Pileg dan Pilpres serentak 2019 silam itu tidak terulang,”katanya.

Hal lain, pemilih tidak fokus mencari calon pemimpin yang diharapkan. Mulai dari bupati, wali kota, gubernur, anggota legislatif, dan calon presiden.

“Baiknya Pilkada lebih dulu. Kemudian tahun 2024 Pileg dan Pilpres. Tapi waktu pemilihannya pakai jedah,”tutur Ulla.