Pakar Daulat Amran Sulaiman Perwakilan Indonesia Timur

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Mantan Menteri Pertanian RI Periode 2014-2019, Andi Amran Sulaiman didaulat sebagai tokoh yang paling tepat merepresentasikan Kawasan Indonesia Timur di kancah perpolitikan nasional ke depan.

Aspirasi ini mencuat dalam diskusi blended daring-luring yang digelar Komunitas Wartawan Politik Sulawesi Selatan dengan tema “Memotret Indonesia dari Timur” di Warkop 115, Toddopuli, Kota Makassar, Senin 18 Januari 2021.

“Amran Sulaiman adalah aset Sulawesi Selatan di kancah nasional. Amran kurang tepat dianggap sebagai pengganti, tapi lebih tepat dikatakan sebagai penerus Pak JK (Jusuf Kalla, sebagai wapres.red)” kata pakar politik dari Universitas Hasanuddin, Dr Adi Suryadi Culla, via virtual conference.

Pernyataan Adi disambut lima pakar lainnya. Menurut mereka, Amran Sulaiman layak didorong maju mewakili Indonesia Timur pada Pemilihan Presiden RI 2024 mendatang.

“Matahari itu terbit dari timur. Tidak ada sejarah matahari terbit dari barat. Tugas kita sebagai orang timur adalah mengembalikan fitrah orang timur menjadi figur pemimpin yang diterima bangsa Indonesia,” sambut pakar politik dari Universitas Bosowa Makassar, Dr Arief Wicaksono.

Sosiolog dari Universitas Hasanuddin, Dr Sawedi Muhammad juga sependapat. Menurutnya, kawasan timur memiliki SDA yang melimpah dan SDM tidak kalah dengan tokoh-tokoh dari kawasan barat.

Namun kekayaan alam itu tidak sejalan dengan pembangunan yang dinilainya timpang antara barat dan timur.

“Ketimpangan kawasan tidak bisa diharap akan hilang kalau bukan dari wilayah yang tertimpang itu yang memimpin. Putra-putra dari timur memiliki kemampuan differential advantage yang belum tentu dimiliki tokoh-tokoh dari kawasan barat. Jangankan wakil presiden, calon presiden pun bisa!” tegasnya.

Pakar administrasi publik dari Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr Abdi menilai nilai filosofi kepemimpinan Bugis-Makassar yakni getteng (komitmen), malempu (jujur), dan macca (cerdas) ada pada sosok Amran Sulaiman.

“Orang bugis bilang taro ada, taro gau (satu kata dengan perbuatan.red). Sehingga saya yakin ke depan akan muncul mutiara dari timur. Salah satu mutiara itu adalah Andi Amran Sulaiman,” jelasnya penuh keyakinan.

Serupa, Dr Alam Tauhid Syukur yang merupakan pakar kebijakan publik dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Negara LAN Makassar meyakini SDM dari kawasan timur Indonesia tidak pernah kalah dari kawasan barat.

“Kapan diberi kesempatan pasti akan memberikan kontribusi besar bagi negara. Dan bukan cuma sebagai komplementer. Contohnya Pak JK sampai bisa menjadi pendamai di tingkat internasional yang belum tentu di miliki tokoh di Indonesia barat,” katanya.

“Pak Amran sudah tidak diragukan lagi kompetensi, kemampuan, dan kapasitasnya dengan segala pengalaman yang beliau miliki. Beliau sosok yang inovatif dan pekerja keras,” lanjut Alam.

Sementara itu, pakar politik pendidikan dari Universitas Negeri Makassar, Dr Yasdin Yasir menyarankan agar tokoh-tokoh yang potensial dari Indonesia timur melirik kalangan milenial yang pada Pilpres tahun 2019, mendominasi 22 persen total pemilih se-Indonesia.

“Nilai otentik itu yang paling mencerminkan adalah tindakan. Seluruh tokoh yang dimunculkan dari Indonesia timur memiliki nilai otentik itu, hanya saja kurang disorot oleh wilayah yang lain. Ini yang menjadi PR kita bersama,” imbuhnya. (***)