KPU Catat 10 Kelurahan dengan Partisipasi Pemilih Rendah di Pilkada 2020

Komisioner KPU Makassar, Endang Sari.

Komisioner KPU Makassar, Endang Sari.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 telah selesai. Namun Komisi Pemilihan Umum (KPU) memiliki catatan 10 dari 153 kelurahan di Makassar dengan tingkat partisipasi terendah. Apa saja?

Yaitu Kelurahan Ende (Kecamatan Wajo) 43,95 persen, Kelurahan Daya (Kecamatan Biringkanayya) 45 perssen, Kelurahan Masale (Kecamatan Panakkukang) 47 persen, Kelurahan Melayu Baru (Kecamatan Wajo) 47,86 persen.

10 Kelurahan Tingkat Partisipasi Rendah.

10 Kelurahan Tingkat Partisipasi Rendah.

Selain itu, KPU juga mencatat 10 kelurahan dengan tingkat partisipasi tertinggi. Diantaranya; Kelurahan Lakkang (Kecamatan Tallo) 88,79 persen, Kelurahan Untia (Kecamatan Biringkanayya) 82,18 persen.

0 Kelurahan Tingkat Partisipasi Tinggi.

0 Kelurahan Tingkat Partisipasi Tinggi.

“Ini Hasil Evaluasi internal terkait partisipasi masyarakt pada Pilwali Makassar yang kami lakukan tanggal 26-28 desember 2020 yang mengumpulkan PPK divisi sosialisasi dan PPK divisi Teknis,”kata Komisioner KPU Makassar, Endang Sari melalui pesan group WhatsApp KPU Makassar, Kamis 7 Januari 2021.

Lanjut Endang, dalam kegiatan itu, KPU meminta kepada PPK tiap kecamatan untuk memetakan tingkat partisipasi di wilayahnya dan menyampaikan apa kendala serta hambatan yang dihadapi sehingga target partisipasi tidak terpenuh.
“Begitu pula dengan wilayah kelurahan yang mencapai target, bagaimana karakteristik wilayah tersebut dan apa faktor pendukung sehingga angk partisipasinya bisa tinggi,”ucapnya.

Menurutnya, hasil evaluasi ini menjadi bahan untuk melakukan pemetaan berbasis kelurahan, dan mengidentifikasi persoalan dan kendala yang dihadapi setiap kelurahan sehingga bisa meniadi acuan kerja KPU di Pilkada selanjutnya.

“Walau angka partisipasi tingkat kota secara keseluruhan ada di angka 59,66 persen, tapi ternyata ada 2 kelurahan yaitu Kelurahan Lakkang di kecamatan Tallo dan juga kelurahan Untia di kecamatan Biringkanaya, angka partisipasinya lebih dari 80 persen walau memang DPT daerah tersebut lebih sedikit dibandingkan dengan kelurahan yang lain,”tutur Endang.

Sementara untuk kelurahan dengan partisipasi rendah,KPU sudah agendakan untuk menelisik lebih jauh persoalan dan kendala apa yang dihadapi sehingga pemetaannya bukan hanya selesai di tingkat kelurahan tapi akan urai hingga tingkat TPS.