Yenz Vocalizm: Harapan Makassar Ada pada DILAN

Beatboxer asal Makassar, Yenz.

Beatboxer asal Makassar, Yenz.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Berbagai cara dapat dilakukan guna menunjukkan dukungan pada Pilwalkot Makassar 2020. Mulai dari membentuk komunitas relawan untuk sosialisasi hingga swadaya memasang alat peraga kampanye. Namun, beatboxer asal Makassar, Yenz, memilih cara unik dan tidak biasa dalam menunjukkan dukungannya.

Yenz yang tergabung dalam kelompok Vocalizm menciptakan bunyi unik dan aneh untuk mewakili keempat paslon yang bertarung. Ragam bunyi itu lantas divideokan, termasuk dengan testimoninya terkait arah dukungannya kepada paslon nomor urut 3, Syamsu Rizal-Fadli Ananda (DILAN).

Dalam video berdurasi 1 menit 24 detik itu, Yenz memulai dengan membuat bunyi terkait kondisi Makassar dalam lima tahun terakhir di bawah komando Danny Pomanto (DP). Di situ, Yenz memperdengarkan bunyi yang sangat tidak beraturan. Ia seolah ingin menunjukkan ketidakteraturan dalam roda pemerintahan. “Memprihatinkan,” singkatnya, Rabu 2 Desember 2020.

Setelahnya, Yenz memperdengarkan bunyi untuk paslon nomor urut satu, ADAMA; paslon nomor urut dua, Appi-Rahman dan paslon nomor 4, IMUN. Ia sengaja menampilkan bunyi untuk paslon nomor urut 3, DILAN, sebagai pembeda. Adapun bunyi untuk paslon nomor urut 1, 2 dan 4 terdengar membosankan dan cenderung lambat.

Hal berbeda diperdengarkan Yenz untuk bunyi representasi DILAN. Ia memperdengarkan bunyi yang benar-benar cepat dengan penuh keragaman, tapi memiliki ritme yang lebih teratur. Beatboxer ini seolah ingin menunjukkan dibandingkan tiga rivalnya, DILAN paling energik, semangat dan bisa merangkul semua pihak.

“Untuk harapan Makassar ada di tangan Deng Ical (Syamsu Rizal) dan Dokter Fadli,” tutup Yen mengakhiri video dukungannya kepada DILAN.

Yenz sendiri mengaku mendukung DILAN karena hanya paslon ini yang benar-benar mampu mewakili suara milenial. Hanha pasangan usungan PDIP, Hanura dan PKB itu memiliki program yang mendorong industri kreatif secara komprehensif. DILAN juga yang paling tulus untuk membangun sinergi dan kolaborasi dengan anak muda. Ditambah lagi, paslon ini memang adalah cerminan kaum milenial.

“Kami dari kelompok milenial tidak ribet kok, kami cuma minta ruang untuk berkreasi dan berkolaborasi, bukan malah dianggap remeh. Nah, itulah yang diberikan DILAN, bahkan sudah dibuktikan. Belum terpilih saja, kita sudah dibuatkan wadah untuk saling sharing lewat ajang Rabu Kotak-kotak dan saya sempat mengisi acara itu,” tukasnya. (Rilis)