Target Partisipasi 3.6261 Pemilih, PPS dan PPK Sosialisasi di Kecamatan Bontoala

PPS dan PPK Kecamatan Bontoala Sosialisasi Pendidikan Pemilih di Kelurahan Bunga Djaya dalam meningkatkan partisipasi masyarakat pada pemilihan Walikota dan Wakil Walikota pada 9 Desember 2020 medatang.

PPS dan PPK Kecamatan Bontoala Sosialisasi Pendidikan Pemilih di Kelurahan Bunga Djaya dalam meningkatkan partisipasi masyarakat pada pemilihan Walikota dan Wakil Walikota pada 9 Desember 2020 medatang.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com –  PPS dan PPK Kecamatan Bontoala Sosialisasi Pendidikan Pemilih di Kelurahan Bunga Djaya dalam meningkatkan partisipasi masyarakat pada pemilihan Walikota dan Wakil Walikota pada 9 Desember 2020 medatang.

Sosialisasi ini bertempat di Aula Kantor Kelurahan Bunga Ejaya, Kecamatan Bontoala pada Jumat, 30 Oktober 2020.

Kegiatan ini merupakan program dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Parmas dan SDM pada awal Oktober diluncurkan. Sosialisasi kali ini merupakan sosialisasi berbasis kelurahan tahap kedua.

Adapun target partisipasi di Kecamatan Bontoala sesuai dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 36261, dengan jumlah pemilih perempuan sebanyak 18611 dan jumlah pemilih laki-laki 17650.

Kegiatan ini menghadirkan warga setempat, pemilih pemula dan calon KPPS yang berjumlah sekira 30 orang.

Pada kesempatan tersebut masing-masing divisi PPK Kecamatan Bontoala memaparkan materi Sosialisasi Pendidikan Pemilih kepada para peserta yang hadir.

Hasmawati sekalu ketua PPK Kecamatan Bontoala berharapkan kedapa peserta yang hadir agar menyampaikan kepada keluarga, orang terdekat dan yang dikenal sebagai warga Kelurahan Tompo Balang untuk berpartisiasi dalam pemilihan serentak pada 9 Desember mendatang.

“Kita wajib menjaga Pilkada ini menjadi Pilkada teduh dan damai, sebab warga Kelurahan Bunga Wijaya adalah bagian dari Kecaatan Bontoala. Pada Pilkada kita belajar demokrasi, jangan jadikan Pilkada ini sebagai pemecah. Jangan karena beda pilihan, kita berselisih paham. Biarlah pilihan saudara semua dirahasiakan,” ujar Hasmawati.

Abdul Majid Abdullah selaku PPK Kecamatan Bontoala Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Parmas dan SDM menambahkan, peserta sosialisasi dibatasi dengan jumlah peserta mengingat adanya pandemi dan harus mematuhi standar protokol penanganan Covid-19.

Setiap tahapan sosialisasi dengan peserta yang berbeda, nantinya peserta yang hadir diharapkan mengajak saudara, tetangga dan temannya untuk ikut andil dalam pemilihan pada 9 Desember 2020 mendatang.

Siti Rahmawati Arfah selaku PPK Divisi Perencanan dan Data mengajak warga untuk membuka website KPU Kota Makassar https://lindungihakpilihmu.kpu.go.id/. Hal ini dilakukan untuk memastikan peserta apakah sudah terdaftar sebagai pemilih di pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar.

“Apabila ada yang tidak terdaftar segera menguhubungi PPS setempat, jangan pada saat pencoblosan baru mau melapor. Diharapkan juga kepada para peserta untuk rajin membuka sosial media KPU Kota Makassar agar mudah mendapatkan informasi seputar Pilkada Pilwalkot Makassar 2020”ujarnya.

Pada kesempatan itu juga Nurdiana Mansyur selaku PPK Divisi Teknis mejelaskan mengenai 12 hal baru yang harus diperhatikan di TPS Pilkada serentak.

Hal baru tersebut yaitu pemilih diwajibkan memakai masker, jaga jarak, tersedia tempat cuci tangan, pengukuran suhu tubuh, disediakan sarung tangan plastik, tinta tetes, maksimal 500 pemilih dalam 1 TPS, KPPS memakai ADP, pengaturan kedatangan, Disenfektan berkala di TPS, Bilik khusus (pemilih lebih dari 37,3 derajat Celcius dan dilarang berkerumun serta menghidari kontak fisik.

Nurdiana Mansyur mengatakan, karena Pilkada yang dilaksanakan dimasa pandemi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu jumlah TPS hanya dibatasi maksimal 500 pemilih. Pemilih dan petugas wajib menggunakan masker, sarung tangan plastik, cuci tangan sebelum masuk dan pada saat meninggalkan bilik suara, cek suhu tubuh dan menggunakan sanitizer dan jangan lupa jaga jarak 1 meter.

Sebagai tanda memilih tidak lagi memakai celup tinta tapi dengan tinta tetes. KPPS yang bertugas akan menggunakan APD lengkap mulai dari masker hingga sarung tangan. Untuk menghidari antrian, jadwal kedatangan pemilih diatur dan akan diberi pemberitahuan. Selain itu TPS juga akan disemprot disinfektan secara berkala.

“Terdapat bilik khusus dengan suhu tinggi yaitu diatas 37,3 derajat Celcius. Selanjutnya nanti akan ada Linmas yang akan mengawasi dan menegur apabila ada kerumunan. Selama di TPS sebisa mungkin hindari kerumunan dan kontak fisik. Sebaiknya jangan membawa anak kecil saat datang memilih karena anak kecil rentan terkena virus,” tambahnya.

Elisabeth selaku PPK divisi Hukum mengharapkan agar tidak membawa handphone dalam bilik suara. Serta mengajak peserta untuk mengikuti updetan sosial media KPU Kota Makassar

Warga Kelurahan Bunga Ejaya yang hadir antusias dalam mengajukan pertanyaan mengenai seputar Pilkada 9 Desember 2020 mendatang.