KPU Makassar: Tes Kesehatan dapat Menggugurkan Kandidat

Bakal calon Wali Kota Makassar Syamsu Rizal alias Deng Ical saat menjalani tes kesehatan di PCC Wahidin Sudirohusodo, Senin 7 September 2020.

Bakal calon Wali Kota Makassar Syamsu Rizal alias Deng Ical saat menjalani tes kesehatan di PCC Wahidin Sudirohusodo, Senin 7 September 2020.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com  –  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar telah melakukan tahapan pemeriksaan kesehatan di Private Care Center (PCC) RS Wahidin Sudirohusodo, Senin 7 September 2020.

Diikuti empat pasangan calon. Yakni Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi, Syamsu Rizal-dr Fadli Ananda, Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun, dan Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando.

Komisioner KPU Makassar Gunawan Mashar menjelaskan, tahapan ini wajib diikuti bakal calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Makassar setelah pendaftaran karena merupakan aturan.

Tes kesehatan yang dijalani pada hari ini kata Gunawan seperti pemeriksaan jantung, penglihatan, pernapasan, dan sistem saraf.

“Ini bukan sehat atau tidak sehat. Tapi mampu atau tidak mampu. Jadi bisa menggurkan kandidat,”kata Gunawan ketika dikonfirmasi Djournalist.com.

Tahapan pencalonan dalam penyelengaraan Pilwalkot Makassar 2020.

Lanjut Gunawan, dalam pemeriksaan tes kesehatan ini, pihaknya bekerjsama dengan IDI, IMSI, dan BNN.

“Besok (Selasa) akan dilakukan lagi tes psikologi,”jelasnya.

Sehari sebelumnya, empat bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar telah menjalani pemeriksaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba). KPU memastikan kandidat akan langsung didiskualifikasi jika positif narkoba.

Ketua KPU Makassar, Faridl Wajdi menyampaikan awal tahapan pemeriksaan pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Makassar dimulai, Ahad, 6 September, dengan pemeriksaan bebas narkoba.

“Semua bakal calon sudah menyelesaikan tahapan sosialisasi pemeriksaan kesehatan dan dilanjutkan pemeriksaan narkoba. Tadi semua empat pasang kandidat sudah diperiksa dan semua berjalan baik,”ucapnya.

Ia juga memastikan jika dalam hasil pemeriksaan narkoba lantas kandidat ternyata terbukti positif mengonsumsi narkoba maka kandidat bisa digugurkan.

“Langsung diskualifikasi. Dicoret tidak memenuhi syarat calon jika ada yang positif,”tutur Farid.

Dalam PKPU 3 tahun 2017, dan PKPU 1 tahun 2020 mengatur syarat calon secara detil bahwa kanddiat harus memenuhi syarat agar bebas narkoba.