Bawaslu Sulsel Temukan Banyak Masalah dalam Proses Coklit

Bawaslu Sulsel menggelar rapat terkait temuan dalam proses coklit di Pilkada 2020, Rabu 5 Agustus 2020.

Bawaslu Sulsel menggelar rapat terkait temuan dalam proses coklit di Pilkada 2020, Rabu 5 Agustus 2020.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com  –  Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Selatan mengkritik pelaksanaan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pilkada 2020 yang digelar di 12 Kabupaten/Kota.

Hal itu disampaikan Komisioner Bawaslu Sulawesi Selatan Saiful Jihad dalam rilisnya di group WhatsApp wartawan, Rabu 5 Agustus 2020.

“Banyak temuan yang kami dapat di 12 daerah yang menggelar Pilkada mengenai coklit ini,”kata Saiful.

Ia menjelaskan, selama masa pen-coklitan, mulai tanggal 15 Juli sampai saat ini, ada beberapa catatan hasil pengawasan yang dapat menjadi bahan evaluasi.

1. Keterbatasan personil pengawas, hanya ada 1 Pengawas desa/kelurahan, sementara di setiap desa/kelurahan ada banyak TPS (1 TPS ada 1 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih atau PPDP). Di kecamatan terpencil minimal ada 4 – 10 TPS. Sedangkan di Kecamatan perkotaan sekitar 15-40 TPS. Kondisi ini membuat Pengawas tidak mungkin bisa mengawasi semua pelaksanaan coklit yang dilakukan oleh PPDP.

2. Kali ini, berdasarkan kebijakan KPU RI, dokumen daftar calon pemilih (A.KWK) yang akan dicoklit oleh PPDP, tidak diberikan kepada Pengawas Pemilihan, sehingga untuk membantu menganalisis dan memastikan pemilih yang ada di A.KWK akurat, mutakhir dan komprehensif tidak bisa dilakukan. Padahal, justru keterbukaan dokumen data pemilih yang akan dicoklit justru akan membuat daftar pemilih itu bisa semakin baik, berkualitas, clear dan clean dari data pemilih yang tidak valid.

3. Meski Pengawas Pemilihan tidak memiliki data daftar pemilih yang dicoklit, namun ada beberapa catatan hasil pengawasan yang diperoleh di lapangan, yaitu:

a. Masih ditemukan pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS) yang masih terdaftar dalam A.KWK.
b. Masih banyak pemilih yang telah memenuhi syarat (MS) tapi belum terdaftar dalam A.KWK.
c. Masih banyak ditemukan pemilih belum ber e-KTP/belum perekaman.
d. Masih ada ditemukan pemilih saat dicoklit tidak sesuai dengan elemen data yang ada dalam A.KWK.
e. Masih terdapat pemilih dalam A.KWK berbeda TPS dengan anggota keluarganya
f. Persepsi masyarakat atas proses coklit merupakan petugas bantuan sosial sehingga pemilih enggan untuk dicoklit karena merasa berulang pendataan tetapi bantuan social belum diterima.
g. Masih ditemukan petugas PPDP melimpahkan tugasnya ke orang lain yang tidak di SK Kan oleh KPU.
h. Masih ditemukan beberapa rumah yang pemilihnya telah di coklit tetapi tidak tertempeli bukti telah dicoklit.
i. Masih adanya petugas PPDP yang tidak menerapkan protocol covid 19 saat melakukan coklit.
j. Masih minimnya pemahaman PPDP terkait pengisian alat kerja saat proses coklit.
k. Daerah-daerah yang terkena dampak bencana alam, mempersulit proses pelaksanaan coklit.
l. Masih adanya pemilih di daerah perbatasan yang bermasalah, karena posisi rumah tempat tinggalnya masuk dalam area kabupaten yang tidak sesuai domisili dalam administrasi kependudukan (e-KTP)-nya. Misalnya pemilih yang ber e-KTP Makassar, tetapi tinggal di daerah Maros atau Gowa.

Bawaslu berharap di sisa delapan hari pelaksanaan coklit oleh PPDP di lapangan dapat dimaksimalkan dengan baik, termasuk untuk lebih membangun koordinasi, kerjasama dan komunikasi antar sesama penyelenggara, agar semangat untuk menjaga dan melindungi hak konstitusi warga, hak warga untuk terdaftar sebagai pemilih di perhelatan pemilukada nanti terjamin.

“Dan sebaliknya daftar pemilih yang dihadirkan benar-benar lebih akurat, dan sudah bersih dari mereka yang sebenarnya tidak atau belum berhak sebagai pemilih di Pemilukada nanti,”Ucapnya.

Karena daftar pemilih yang akurat, bersih dan benar menjadi salah satu indikator penting terlaksananya Pemilukada yang baik, berkualitas, dan bermartabat. Daftar pemilih yang tidak akurat, justru rawan disalahgunakan, juga justru membuat persiapan lain seperti penyediaan logistik juga tidak akurat, bahkan bisa bermasalah.