RPG Setuju Penambahan Biaya Pilkada Asal Tak Bebankan APBD

Sekretaris PDIP Sulsel Rudy Pieter Goni bersama Gubernur Nurdin Abdullah.

Sekretaris PDIP Sulsel Rudy Pieter Goni bersama Gubernur Nurdin Abdullah.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com  –  Anggota Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Sulawesi Selatan Rudy Pieter Goni (RPG) setuju dengan usulan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan yang ingin menambah anggaran Pilkada yang digelar pada 9 Desember tahun ini.

“Pikiran yang menarik,karena APBD akan banyak terpakai untuk Covid,”ujar RPG melalui pesan WhatsApp, Ahad 31 Mei 2020.

Sekretaris PDIP Sulawesi Selatan itu menambahkan, usulan KPU itu bukan tanpa sebab. Karena banyak item baru dari pembiayaan dalam mengikuti standar penangan Covid-19 . Baik dari petugas TPS,PPS, dan semua petugas Pemilu.

“Juga tentu saksi-saksi konstentas dan pemantau yang perlu dengan standar protokol New Norma,”katanya.

Selanjutnya masalah manajemen dari pihak KPU, sehingga anggaran tidak tumpang tindih dan bisa membuat problem di kemudian hari. “Item mana yang APBD Kabupaten/Kota dan yang Mana Provinsi serta tentu APBN,”jelasnya.

Ketua KPU Sulawesi Selatan Faisal Amir mengungkapkan, anggaran Pilkada di Sulawesi Selatan akan bertambah. Hal itu kata dia sudah disampaikan ke KPU RI.

“Anggaran pasti bertambah, kami juga sudah menyampaikan ke KPU RI bahwa memang butuh tambahan anggaran. Tapi kami belum menghitung secara teknis,”ucapnya.

Potensi penambahan itu cukup beralasan sebab Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginstruksikan agar tahapan Pilkada digelar sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Salah satunya para penyelenggara pemilu harus disediakan alat pelindung diri (APD).

Selain itu lanjut Faisal, mencuat wacana terkait penambahan TPS yang akan digunakan pada saat pemilihan nanti.

“Saya berharap penambahan anggaran Pilkada 2020 bersumber dari APBN bukan APBD. Sebab pihaknya tak perlu lagi komunikasi dengan pemerintah kabupaten/kota,”jelasnya.