Anis Matta: Krisis Akibat Covid-19 Panjang, Indonesia Jangan Kehilangan Arah

Pendiri GARBI Anis Matta. (foto:ist)

Pendiri GARBI Anis Matta. (foto:ist)

JAKARTA, DJOURNALIST.com  —  Hampir semua pengamat memprediksi bahwa situasi krisis akibat Covid-19 ini berat dan akan berlangsung dalam waktu yang lama. Bukan hanya dari sisi pandeminya tapi dampak buruknya dalam sektor ekonomi, sosial, politik dan Kemanusiaan secara umum.

Secara global tidak ada satupun negara yang tidak berdampak covid-19 termasuk Indonesia.“Saat ini bukan hanya soal krisis pandeminya, tapi akumulasi dampaknya akan kita hadapi setelahnya yaitu krisis ekonomi yang sudah terasa yang berpotensi memunculkan krisisi sosial dan biasanya diikuti krisis politik, kemanusiaan lalu diakhiri dengan lahirnya tatanan dunia baru,” kata Anis Matta dalam acara Zoominari bertajuk Inovasi Ditengah Krisis Dalam Alquran yang dilaksanakan oleh DPW Gelora Indonesia Jawa Timur, Kamis 14 Mei 2020.

Hal senada juga diramalkan sebelumnya oleh Prof Didin S. Damanhuri dalam acara zoominari serupa beberapa waktu lalu yang mengemukakan, dari sekian referensi ada beberapa pandangan tentang Covid-19. Yaitu, tidak pesimis, berat, dan sangat berat. Tetapi setelah diumumkan target pertumbuhan ekonomi negara-negara di Dunia, Indonesia sekitar 4 persen, China positif.

Tapi kenyataannya, ekonomi Indonesia hanya tumbuh 2,97 persen, sementara China minus 5,8 persen dengan pengangguran sudah lebih 70 juta orang bahkan berpotensi 205 juta pekerjanya terancam pengangguran friksional. Begitupun Uni Eropa kata Prof Didin juga minus.

“Jadi saya kira dengan rilis seperti itu, keadaan yang bilang tidak terlalu pesimis itu hilang. Keadaan yang dihadapi sekarang ini adalah berat dan sangat berat,” tuturnya.

Fakta-fakta ini membuat semua negara di dunia berjibaku mencari jalan keluar dari krisis ini. Salah satu contoh India baru saja menggelontorkan paket stimulus ekonomi 4000 Triliun untuk melindungi dan membangunkan ekonomi sektor real termasuk UMKM nya. Lalu bagaimana dengan Indonesia ?.

Charity dan bantuan BLT menjadi pendekatan yang rutin dalam situasi krisis sebagai langkah penyelamatan bagi warga yang terkena dampak. Tetapi bisa bertahan sampai berapa lama dalam situasi semua sektor terpukul. Bagi Anis Matta dalam situasi krisis seperti ini yang paling pertama harus hadir pada dasarnya bukanlah sistem pertama kali tetapi kebutuhan Leadership atau Kepemimpinan.