Tiga Parpol di Sulsel Setuju Pilkada 2020 Ditunda

Sekretaris PDIP Sulsel Rudy Pieter Goni (kiri), Ketua PAN Sulsel Ashabul Kahfi (tengah), dan Ketua Bappilu Demokrat Sulsel Selle KS Dalle (kanan).

Sekretaris PDIP Sulsel Rudy Pieter Goni (kiri), Ketua PAN Sulsel Ashabul Kahfi (tengah), dan Ketua Bappilu Demokrat Sulsel Selle KS Dalle (kanan).

MAKASSAR,DJOURNALIST.com –   Tiga partai politik di Sulawesi Selatan yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Demokrat, dan Partai Amanat Nasional (PAN) setuju bila pemerintah menunda Pilkada serentak 2020 ditunda. Akibat pandemi Covid-19.

Ketua PAN Sulawesi Selatan, Ashabul Kahfi mengatakan pemerintah dan KPU perlu mempertimbangkan penundaan Pilkada yang digelar pada tahun ini. Melihat perkembangan pendemi Covid-19 yang belum terkendali.

“Kalau Covid-19 berlarut-larut dan tidak ada perubahan. KPU memang perlu mempertimbangkan untuk menunda Pilkada yang digelar 23 September 2020,”ujar Kahfi ketika dihubungi Djournalist.com, Senin malam, 30 Maret 2020.

Tapi kalau Covid-19 dapat ditangani hingga bulan April maka sebaiknya tetap dilanjutkan. Sebab masih ada waktu hingga lima bulan untuk melaksanakan tahapan Pilkada.

“Kan rawan juga melakukan menggelar tahapan Pilkada. Sementara anjuran pemerintah, kita harus melakukan social distancing,”katanya.

Sedangkan Sekretaris PDI-P Sulawesi Selatan, Rudy Pieter Goni (RPG) meminta para tokoh bangsa untuk mempertimbangkan Pilkada 2020 untuk dilakukan penundaaan.

“Saya secara pribadi setuju karena melihat beberapa faktor. Saya tidak ingin insan politik nanti di tuduh mengutamakan agendanya. Mengutamakan hasrat berkuasa. Yaitu mau Pilkada cepat-cepat,”ucapnya.

Lanjut RPG, Pilkada tentunya kepentingan rakyat. Tapi dengan adanya wabah Corona yang diperkirakan sekitar Juni 2020 baru selesai maka hal itu perlu dipertimbangkan.

“Pasca Corona dampaknya terhadap ekonomi sosial dan budaya. Pada saat seperti itu, saat recovery ekonomi, mungkin tepat sekali jika kita tidak memikirkan Pilkada dulu. Jangan masyarakat langsung terkotak dan bisa terkoyak karena baru selesai wabah, perbaikan dan pemulihan ekonomi langsung masuk hajatan Pilkada,”jelasnya.

Adapun Ketua Bappilu Partai Demokrat Sulawesi Selatan, Selle KS Dalle menuturkan, menunda Pilkada 2020 adalah pilihan yang paling tepat. Demi menempatkan kepentingan umum diatas segalanya.

“Tak ada masalah bagi kami (parpol) peserta pemilukada untuk menunda Pilkada. Penanggulangan penyebaran virus corona atau covid-19 ini kita tidak tahu kapan bisa mencapai puncaknya. Olehnya itu semua pihak tanpa terkecuali mesti sungguh-sungguh meperlihatkan komitmen kebersamaanya dalam gerakan memutus mata rantai wabah pandemi corona ini,”katanya.