KPU Sulsel Sebut 5 Daerah Laporkan Potensi Maju di Jalur Perseorangan

Rapat koordinasi membahas persiapan calon perseorangan alias independen.

Rapat koordinasi membahas persiapan calon perseorangan alias independen.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel menyiapkan upaya menghadapi pilkada 23 September 2020. Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi membahas persiapan calon perseorangan alias independen.

Rakor yang berlangsung di kantor KPU Sulsel, Selasa 14 Januari 2020. Dihadiri oleh 12 KPUD Kabupaten/Kota yang menggelar pilkada serentak 2020 bulan September.

Ketua KPU Sulsel, Faisal Amir mengingatkan KPUD agar fokus pada tahapan pilkadabtang seksrang di depan mata. Menurutnya, tak ada waktu untuk KPU bersantai. Khusus bagi daerah menggelar pulkada, KPU maraton kegiatan.

“Maka dilakukan rakor ini membahas apa menjadi lebutuhan serta kelebahan untuk ditindak lanjut,” ujarnya.

Menurutnya, hal penting perlu diperhatikan KPUD soal verifikasi faktual atas berkas dukungan para bakal calon perseorangan yang akan diterima KPU di tingkat daerah.

“Oleh sebab itu, dibahas teknis verifikasi calon perorangan.Tahapan penerimaan dukungan perorangan sudah masuk. Mereka KUUD harus siapakan diri secara utuh DDM dan teknis sejak dini,” tuturnya.

Dikaatakan, verifikasi faktual dilakukan setelah KPU menyelesaikan tahap sinkronisasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilihan (DP4) terhadap seluruh KPUD yang bakal menggelar Pilkada 2020.

“Dalam verifikasi, Panitia Pemungutan Suara (PPS) akan turun mendatangi kediaman tiap orang yang terdaftar sebagai pendukung bakal calon perseorangan,” tuturnya.

Faisal Amir melanjutkan , dalam rapat itu membahas teknis verifikasi calon perorangan.

“Untuk syarat dan regulasi calon perororangan tahun ini sangata rumit.
Verifikasi ini butuh ketelitian dan kecermatan, karena soal pencocokan data di silon dengamln data hard copi tak gampang,” katanya.

Dia menambahkan, KPU selalu memberikan hal baik bagi calon untuk menyiapkan diri demi berlangsungnya pilkada nantinya.

“Kita juga siapkan tenaga ad hock untuk ini. Memberikan ketrampilan dalam neneliti dokumen calon perorangan,” pungkasnya.

Pada kesempatan ini, Komisioner KPU Sulsel, Asram Jaya mengatakan legiatam ini dihadiri oleh 12 daerah KPUD yang menggelwr pilkada serentak 2020.

“Membahas penyerahan dokumen calon, Kecermatam ketelitian fan keabsahan dari sisi dokumen. Presudur penerimaan dan perlakuan dokumen calon perseorangan,” ujarnya.

Prinsip semua diperlakukan sama. Ini prinsip sebagai penyelnggara. Dia mengatakan, dfektivitas dan pemanfaatan jumlah personil dalam penjumlahan dukumen.

Lanjut dia, sesuai lapaor KPUD ada lima daerah melakukan konsultasi calon perseorangan. Lima daerah tersebut yakni Makassar, Gowa, Maros, Selayar, dan Tanah Toraja.

“Sesuai lapaoran KPUD beberapa daera tim konsultasi, Makassar, Maros Gowa, Selayar, Tanah Toraja. Ada lima kabupaten. Tapi kita belum tau apakah jadi atau tidak. Mungkin saja sepatas konsultasi,” terangnya.

Diketahui, sesuai laporan di KPU Provinsi. Ada lima daerah tim konsultasi jalur perorangam. Lima daerah tersebut yakni Makassar, Gowa, Maros, Selayar dan Tanah Toraja.

Hanya saja Makassar yang aktif terus, kalau daerah lain masih relatif karena berharap parpol. (***)