Waspada, 4.981 RT/RW Dapat Menjadi Tim Sukses Cawalkot Makassar

Ilustrasi pilkada 2020.

Ilustrasi pilkada 2020.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Tidak adanya aturan kepada rukun tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) dalam pemberian sanksi menjadi tim sukses bakal calon Wali Kota Makassar patut diwaspadai pada pemilihan kepala daerah yang digelar pada tahun ini.

Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah RT dan RW di Makassar sebanyak 4.981 terdiri dari 988 RT dan RW 153 yang tersebar di 153:kelurahan dari 15 kecamatan.

Komisioner Badan Pengawas Pemilu Sulawesi Selatan Saiful Jihad mengatakan, RT/RW yang menjadi tim sukses bakal calon wali kota atau kepala daerah tidak ada aturan yang melarang. Karena bukan dari bagian pejabat negara atau perangkat desa.

“Aturan tidak melarang,”ujar Saiful Jihad, Ahad 12 Januari 2020.

Ia melanjutkan, tetapi secara etis mestinya dia sebagai tokoh dan diberi amanah untuk menjadi Ketua RT/RW dalam sebuah wilayah mesti berdiri “netral” tidak memihak secara deklaratif, tidak menyatakan pemihakan dan dukungannya kepada pasangan calon tertentu.

Dia mesti memfasilitasi masyarakatnya untuk menyalurkan pilihannya sesuai dengan hati nurani masing-masing.

“Dengan menjadi tim sukses dari pasangan calon tertentu, maka dia sudah barang tentu tidak lagi bisa melakukan hal tersebut, karena dia akan mengkampanyekan calonnya,”katanya.

Sedangkan Ketua RT 6 RW 7 Kelurahan Tamamau, Kecamatan Panakkukang Junaedi Hasyim mengungkapkan jabatan RT dan RW diatur dalam sebuah organisasi. Yaitu Permendagri Nomor 18 Tahun 2018 tentang lembaga masyarakat desa atau alat desa. Sehingga kalau ingin terlibat politik praktis sebaiknya tidak membawa atas nama lembaga.

“Jabatan RT/RW ini memang bukan Aparatur Sipil Negara (ASN) sehingga tidak bisa ditindaki. Makanya harus independen. Kalau mau berpolitik praktis tidak bisa membawa atas nama lembaga. Karena RT/RW memiliki unsur ketua, sekretaris, dan anggota,”ucapnya.

Yang boleh dilakukan RT dan RW adalah memberikan edukasi ke warganya tentang program calon kepala daerah tersebut. “Tapi bukan mengarahkan untuk memilih calon tertentu,”jelasnya.