Parpol Diimbau Usung Calon Berintegritas

Diskusi politik membedah integritas calon wali kota Makassar, Ahad 22 Desember 2019.

Diskusi politik membedah integritas calon wali kota Makassar, Ahad 22 Desember 2019.

MAKASSAR, DJOURNALIST,com  – Kegagalan kepemimpinan di Kota Makassar dalam lima tahun terakhir dinilai merupakan dampak dari perilaku partai politik yang lebih mementingkan “isi tas” (kemampuan finansial.red) dalam mengusung calon ketimbang integritas.

Partai politik pun didesak untuk kembali menjadi ujung tombak dalam memfilter calon pemimpin yang memiliki integritas yang kurang baik.

“Muara utama dari semua problem yang terkait dengan pilkada adalah integritas. Banyak calon pemimpin yang sangat lemah dari sisi integritas, kapabilitas, dan akseptabilitas, namun dapat parpol hanya karena indikator isi tas!” kata pengamat politik dari Universitas Hasanuddin, Dr Andi Irwan Lukman, Ahad, 22 Desember 2019

Perilaku parpol yang mementingkan kemampunan finansial calon di atas segalanya menjadi penyebab lahirnya banyak pemilih pragmatis. Sifat pragmatisme ini bahkan menjalar hingga ke penyelenggara pemilu. Diketahui cukup banyak penyelenggara pemilu yang dipecat DKPP karena masalah integritas.

“Tugas kita dan masyarakat adalah bagaimana kita mendorong parpol supaya dalam mengusung calon harus mempertimbangkan tiga aspek utama: melihat dari sisi integritas, memilih dari sisi kapasitas dan menentukan usungan dari sisi akseptabilitas,” tandasnya.

Dia pun mewanti-wanti bahwa Danny sebagai mantan walikota yang kurang berintegritas masih memiliki peluang untuk kembali terpilih.

“Pak Danny itu harus diakui masih punya positioning politik yang tertinggi dari sisi elektoral.
Kalau sampai lahir tiga calon walikota, maka potensi menang Danny masih tinggi. Kalau mau Danny dikalahkan harus head to head,” imbuhnya.