KPU Sulsel Putuskan Mengganti Misriyani Ilyas dan Novianus

Ketua KPU Sulsel, Faisal Amir.

Ketua KPU Sulsel, Faisal Amir.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan memutuskan mengganti dua caleg DPRD Sulawesi Selatan yang gagal dilantik pada 24 September lalu. Yaitu Misriyani Ilyas dari Partai Gerindra dan Novianus dari PDIP.

Ketua KPU Sulawesi Selatan, Faisal Amir mengatakan, berdasarkan surat dari KPU RI dan PKPU dua caleg tersebut dilakukan pergantian. Untuk Misriyani calon penggantinya adalah Adam Muhammad. Sedangkan Novianus YL Patanduk adalah Risfayanti Muin. Keduanya peraih suaranya terbanyak kedua di partainya masing-masing.

“Setelah melalui rapat pleno di KPU Sulawesi Selatan dua caleg ini diganti. Surat pergantiannya dari KPU RI sudah lama. Tapi saya lupa kapan tepatnya,”ujar Faisal kepada awak media seusai menggelar rapat koordinasi evaluasi permasalahan hukum dalam penyelenggara pemilu tahun 2019 di Hotel Claro, Senin malam, 2 Desember 2019.

Ia beralasan, pergantian itu dilakukan karena caleg ini bukan lagi anggota. partai. Sedangkan salah satu syarat untuk menjadi anggota legislatif harus menjadi anggota partai.

“Mereka kan sudah dipecat di partainya,”katanya.

KPU Sulawesi Selatan kata dia tidak menunggu proses hukum yang tengah dijalani oleh mereka. “Ini perintah KPU RI kami tetap laksanakan. Kalaupun ada putusan kita lihat lagi,”ucapnya.

Terkait klarifikasi yang sudah dilakukan Misriyani ke KPU Sulawesi Selatan, Faisal menambahkan, itu hak dia. “KPU itu hubungannya dengan partai bukan caleg atau orang perorang,”tutur Faisal.

Mengenai kapan Risfayanti Muin dan Adam Muhammad dilantik, Faisal menuturkan, hal itu diserahkan sepenuhnya ke DPRD Sulawesi Selatan. “Tugas kami sudah selesai. Karena hal ini sudah disampaikan ke Kemendagri melalui Pemprov Sulsel,”jelas Faisal.

Diketahui, Misriyani dan Novianus merupakan caleg terpilih yang gagal dilantik. Misriyani dipecat oleh partainya tanpa alasan yang jelas. Sedangkan Novianus dipecat karena tidak membayar uang saksi pada saat pileg 19 April lalu sebesar Rp 20 Juta.