Sulsel Peringkat Kedua Kasus Pelanggaran Netralitas ASN di Pemilu 2019

Rakornas Bawaslu RI di Jakarta.

Rakornas Bawaslu RI di Jakarta.

JAKARTA, DJOURNALIST.com – Data di Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), kasus pelanggaran netralitas ASN di Sulsel yang diteruskan Bawaslu ke KASN sebanyak 47, dan menduduki Peringkat kedua di Indonesia. Sedangkan jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dilaporkan sebanyak 71 (data Bawaslu 72), tertinggi (peringkat pertama) di Indonesia.

“Dari data ini menjelaskan, bahwa keseriusan dan kesungguhan Bawaslu dalam mengawal proses demokrasi, khususnya dalam memastikan ASN bersikap netral sudah dilakukan. Bahwa masih ada yang tidak terdata atau tidak diproses di Bawaslu, tentu menjadi tantangan bersama, karena bisa jadi tidak cukupnya informasi, data dan bukti yang menguatkan adanya dugaan pelanggaran netralitas ASN, atau karena tidak adanya laporan dan informasi yang cukup yang disampaikan ke Bawaslu,”ujar Komisioner Bawaslu Sulawesi Selatan, Saiful Jihad dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 30 November 2019.

Sisi lain, putusan dan rekomendasi yang mesti dikeluarkan oleh KASN kadang membutuhkan waktu untuk memprosesnya.

“Dan pada titik eksekusi atas putusan, data dari KASN, baru 23 % yang ditindaklanjuti oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dan masih ada 77 % yang belum ditindaklanjuti, ini menggambarkan bahwa perhatian dalam hal penegakan aturan atas pelanggaran netralitas ASN mesti diseriusi dan disikapi secara tegas, termasuk perlunya penegakan sanksi terhadap pejabat yang lambat atau tidak menjatuhkan sanksi sesuai rekomendasi KASN,”jelasnya..