Sambil Menangis Misriyani Ilyas Minta KPU Sulsel untuk Tidak Melakukan Pergantian

Misriyani Ilyas.

Misriyani Ilyas.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Mantan calon legislator terpilih Gerindra Misriyani Ilyas menangis untuk meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan untuk tidak melakukan pergantian sebagai anggota DPRD Sulawesi Selatan.

“Saya minta kepada KPU Sulawesi Selatan untuk memberikan saya waktu untuk tidak melakukan dulu pelantikan caleg terpilih.Sambil menunggu proses hukum yang tengah berjalan,”kata Misriyani sambil terisak, Selasa malam, 26 November 2019.

Ia berharap, KPU Sulawesi Selatan konsisten dengan sikapnya. Setelah dia melakukan klarifikasi pada tanggal 30 September lalu. Bahkan sudah bersurat ke KPU Sulawesi Selatan sebanyak tiga kali begitupun di KPU RI. Untuk meminta penundaan pelantikan kepada Adam Muhammad sebagai caleg terpilih dalam sengketa yang berlangsung di pengadilan Jakarta Selatan.

“Kamis 28 November akan dilakukan mediasi oleh DPP. Dari saya, penasehat hukum, dan KPU di pengadilan Jakarta Selatan,”katanya.

Diketahui, Misriyani merupakan caleg Gerindra yang maju dalam pemilihan anggota DPRD daerah pemilihan Sulawesi Selatan II.

Oleh KPU Provinsi Sulsel, Misriyani telah ditetapkan sebagai caleg terpilih karena meraih suara terbanyak sebesar 10.057.

Namun, satu hari jelang pelantikan, yaitu 23 September 2019, Misriyani mendapatkan kiriman surat dari Gerindra yang menyatakan dirinya diberhentikan dari partai.

“Saya tidak tahu apa kesalahan saya sehingga dipecat oleh partai. Karena partai tidak pernah memanggil saya untuk dimintai keterangan. Bahkan dalam gugatan yang dilakukan oleh Adam, nama saya tidak ada sebagai tergugat,”jelasnya.

Atas pemberhentian itu, Misriyani pun batal dilantik sebagai anggota DPRD.

“Saya mendapatkan empat surat yang isinya tentang pemberhentian saya, penundaan pelantikan yang ditujukan ke KPU, dan langkah administrasi yang dilakukan atas nama DPP terhadap pemberhentian saya dan penggantian nama caleg terpilih,” lanjut dia.

Misriyani terkejut dengan keputusan Gerindra. Sebab, sejak 13 Agustus 2019 dirinya sudah mengantongi surat keputusan (SK) KPU yang memuat namanya sebagai caleg terpilih.

Nama Misriyani sebagai caleg terpilih pun sudah diserahkan KPU kepada Menteri Dalam Negeri.

Tetapi, adanya surat pemecatan dari Gerindra membuat Misriyani tak bisa melakukan apa-apa. Terlebih lagi, surat itu dikirim satu hari jelang pelantikan.

Namun, Misriyani mengatakan, dalam surat pemberitahuan dirinya tercantum bahwa surat dibuat pada Agustus 2019.

“Jam 23.00 WIB malam, 23 September, saya mendapatkan kabar bahwa Mendagri tidak memasukkan nama saya sebagai calon yang akan dilantik pada 24 September,”jelasnya.

“Sudah dua bulan nasib saya terkatung-katung. Yang membuat saya tidak habis pikir karena ada putusan pengadilan. Saya merasa tidak enak dengan konstituen saya yang selama beberapa bulan melakukan sosialisasi,”dia menambahkan.