Gelar Jumpa Pers, KPU Sulsel Bungkam Soal Mundurnya Misnah M.Attas

Tiga komisioner KPU Sulsel memberikan ketarangan pers terkait mundurya Misnah M.Attas sebagai Ketua KPU Sulsel, Ahad 24 November 2019.

Tiga komisioner KPU Sulsel memberikan ketarangan pers terkait mundurya Misnah M.Attas sebagai Ketua KPU Sulsel, Ahad 24 November 2019.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan memilih bungkam mengenai mundurnya Misnah.M.Attas sebagai Ketua KPU Sulawesi Selatan. Hal itu terungkap dalam jumpa pers yang dilakukannya, Ahad, 24 November 2019.

Tiga dari tujuh komisioner yang ada bersikukuh tak ingin menjelaskan penyebab mundurnya Misnah. Yaitu Fatmawati devisi SDM, Asram Jaya devisi tehnis penyelenggara pemilu, dan Faisal Amir yang kini menjabat sebagai Pelaksana tugas (Plt) Ketua KPU Sulawesi Selatan.

“Ini hanya perbedaan prinsip saja. Dan kami tetap solid,”ujar Fatmawati.

Untuk lebih jelasnya kata dia, silahkan tanya langsung ke Misnah. Alasan mundurnya sebagai ketua KPU Sulawesi Selatan. “Tidak etis kalau kami menyampaikan langsung. Tapi kalau soal mundurnya memang benar. Pak Faisal kini menjabat Plt Ketua KPU Sulawesi Selatan hingga ada penetapan SK dari KPU RI,,”katanya.

Adapun Misnah lanjut Fatmawati akan menjabat sebagai Komisioner KPU devisi sosialisasi dan partisipasi masyarakat. “Hanya bertukar tempat dengan pak Faisal dijabatan yang lalu,”ucapnya.

Ia mengungkapkan, Misnah mundur sebagai Ketua KPU Sulawesi Selatan sejak Selasa, 19 November lalu. Dengan mengajukan surat ke KPU RI. Kemudian diteruskan melalui rapat pleno di KPU Sulawesi Selatan pada Jumat, 22 November.

“Bu Misnah mengundang kami. Dalam rapat pleno itu dia menyampaikan mengundurkan diri sebagai ketua KPU Sulsel. Selanjutnya kami menetapkan pak Faisal sebagai Plt Ketua KPU Sulsel, hingga ada penetapan sebagai ketua KPU Sulsel secara defenitif dari KPU RI,”jelasnya.

Sementara Plt Ketua KPU Sulawesi Selatan, Faisal Amir menambahkan, dalam rapat pleno itu, tujuh komisioner yang hadir biasa-biasa saja dalam menyikapi mundurnya Misnah.

“Tidak ada ketegangan diantara kami. Kami tetap solid satu sama lain,”katanya.

Mengenai penyebabnya, Faisal menolak membeberkan. Dengan alasan belum ada putusan final terkait dua calon anggota legislatif dari DPRD Sulawesi Selatan yang gagal dilantik. Yaitu Novianus dari PDIP dan Misriani Ilyas dari Gerindra.

“Tunggu saja kalau sudah ada ketetapannya. Ini masih berproses,”tegasnya.

Bahkan ia menampik kalau mundurnya Misnah ada tekanan dari pihak tertentu.”Tidak ada tekanan dari pihak manapun,”katanya.

Ketika dicecar mengenai berapa orang komisioner yang setuju dan tidak setuju ihwal dua caleg tersebut kembali dilantik, lagi-lagi mereka kompak untuk tidak mengungkapkannya.

“Tunggu saja putusannya,”kata ketiga komisioner ini secara spontan.