Ini Starategi KPU Gowa dan Bulukumba Tingkatkan Partisipasi Pemilih Milenial

Ilustrasi pilkada 2020.

Ilustrasi pilkada 2020.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Untuk menghadapi Pilkada 2020. Berbagau cara dilakukan pihak KPU yang menggelar pilkada agar menarik partisipasi pemilih khusus kalangan millenial atau pemilih-pemula.

Salah satu dilakukan adalah KPU Gowa. Menguoayakan terobosan program KPU untuk meningkatkan partisipasi terutana di segmen millenial pemilih Gowa dan potensi penambahannya.

Komisioner KPU Gowa, Nuzul Fitri mengatakan untuk menarik partisipasi pemili millenial pihaknya akan menyasar pemilih milenial basisnya melalui media sosial dan juga sosialisasi dengan alat peraga kretif.

“KPU Gowa punya FB, IG, YouTube dan Website untuk memberikan info-info kepemiluan,” ujar Nurul, Jumat 18 Oktober 2019.

Lanjut dia, pihaknya juga melakukan patroli dengan mobil pintar yang akan menyasar pemukiman warga untuk memberikan edukasi lepada masyarakat dan pemuda di kelompok komunitas atau ormas.

“Kita juga punya mobil pintar pemilu, selain bisa menjangkau wilayah terpencil untuk sosialisasi, juga bisa menjangkau komunitas- pemilih muda atau milenial,” tuturnya.

Dijelaskan model sosialisasi disesuaikan dengan segmen pemilih, untuk kalangan milenial lebih diutamakan bahan sosialisasi yang fun dan edukatif.

Selain itu, program andalan mereka bagaimana melakukan kegiatan goes to campus dan goes to school untuk memberikan pendidikan politik kepada pemilih-pemula. “Yang paling kita lakukan untuk kalangan millenial tentu program goes to sckool dan camous. Ini efektif akan kita jalankan,” jelasnya.

Terkait anggaran sosialisasi. Dia menyebutkan, tidak ada anggaran untuk pemilih kategori millenial. Hal ini mengibgat NPHD masuk beberapa item. JJadi hitungan jumlahnya 147,884 pemilih milenial yang ada di Gowa pada pemilu 2019,”jelasnya.

Hal senda juga diaamoaikan komisioner KPU Bulukumba. Dimana pihaknya akan menggalakkan program goes to Campus dan Sckool sebagai andalan menarik minat pemilih millenial. “Meskioun ada program lain. Tapi saya pikir goes to Campus dan Sckool lebih efektif dan efesien,” tuturnya.

Dia menambahkan, pihak KPU Bulukumba, berupaya melibatkan pemilih millenial menjadi penyelenggara di tingkat KPPS dan PPS nantinya. “Mudah-mudahan ke depan, di pilkada 2020, ada banyak pemilih millenial yang berminat untuk menjadi penyelenggara teknis pemilu,” ungkapnya.

Ini sekaligus upaya untuk menyiapkan SDM dan regenerasi penyelenggara pemilu, untuk menggapai pesta demokrasi ke depan.”Tentu, dengan pertimbangan memenuhi syarat yang ditetapkan nantinya,”katanya.