Golkar Sulsel Masih Temukan Berkas Administrasi Cakada Belum Lengkap

Tim Penjaringan Golkar Sulawesi Selatan melakukan penelitian dan pemeriksaan berkas 96 calon kepala daerah (Cakada) yang mendaftar di partai berlambang pohon beringin.

Tim Penjaringan Golkar Sulawesi Selatan melakukan penelitian dan pemeriksaan berkas 96 calon kepala daerah (Cakada) yang mendaftar di partai berlambang pohon beringin.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Tim Penjaringan Golkar Sulawesi Selatan melakukan penelitian dan pemeriksaan berkas 96 calon kepala daerah (Cakada) yang mendaftar di partai berlambang pohon beringin. Hasilnya masih banyak ditemukan belum lengkap administrasi berkasnya.

Hal itu disampaikan Sekretaris Tim Penjaringan Pilkada Golkar Sulawesi Selatan, Irwan Muin. “Kami beri waktu hingga tanggal 26 Oktober untuk melengkapi berkas administrasi nya,”ujar Irwan, Senin 14 Oktober 2019.

Ia menjelaskan, kebanyakan berkas administrasi yang belum lengkap itu berupa surat kesehatan, surat dari pengadilan, KTP, dan visi-misi para kandidat. “Ini paling banyak kami temukan di berkas mereka,”katanya.

Anggota Tim Penjaringan Pilkada Golkar Sulawesi Selatan, Annas GS alias Karaeng Jalling menambahkan, penelitian berkas itu dilakukan dalam empat sesi. Dengan menghadirkan liasion officer (LO) 96 bakal calon kepala daerah yang mendaftar di Golkar.

Sesi pertama kata dia, meliputi Kabupaten Maros, Pangkep, Gowa, dan Kota Makassar. “Sesi pertama banyak calon kepala daerah yang belum lengkap berkas administrasinya,”ucapnya.

Kemudian disusul Kabupaten Bulukumba, Selayar, Soppeng, Toraja, Toraja Utara, dan Luwu raya. ” Berkas administrasi perlu dilengkapi. Karena ini bagian perairan organisasi kami dalam mengusung calon. Ini pula bagian yang akan kami bawa nantinya di KPU saat mendaftar,”jelasnya.

Jika ada calon yang tidak mengikuti tahapan ini, maka tentu akan menjadi bahan pertimbangan untuk diusung. “Karena ada empat tahapan yang harus dilalui para calon. Kalau satu tahapan saja tak diikuti maka akan menjadi catatan bagi kami,”ucapnya.

Sebab kata Karaeng Jalling, tiap tahapan akan akan ada nilai skoringnya. Setelah ini akan dilakukan tes wawancara pada tanggal 28 Oktober. Lalu psikotes, tes narkoba, dan uji kompetensi. (***)