Anto Yakin Diusung PKS di Pilwalkot Makassar 2020

Anto seusai mengembalikan formulir pendaftaran sebagai bakal calon wali kota Makassar di Sekretariat PKS Makassar, Jalan Abdullah Daeng Sirua, Senin 14 Oktober 2019.

Anto seusai mengembalikan formulir pendaftaran sebagai bakal calon wali kota Makassar di Sekretariat PKS Makassar, Jalan Abdullah Daeng Sirua, Senin 14 Oktober 2019.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Bakal Calon Wali Kota Makassar, Iriyanto Baso Ence alias Anto yakin dapat diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Pilwalkot Makassar.

“Saya tentu hakkul yakin dapat diusung oleh partai ini.Karena visi dan misi saya hampir sama dengan PKS,”ujar Anto kepada awak media seusai mengembalikan formulir pendaftaran sebagai bakal calon wali kota Makassar di Sekretariat PKS Makassar, Jalan Abdullah Daeng Sirua, Senin 14 Oktober 2019.

Visi dan misi yang dimaksud adalah untuk membangun masyarakat yang lebih baik. Begitupun dengan infrastrukturnya.

“Partai ini partai kader dan dakwah. Tentu punya barometer dalam mengusung calon wali kota,”katanya.

Sementara Ketua PKS Makassar, Anwar Faruq mengatakan, hingga saat ini pukul 15.30 WITA sudah delapan kandidat yang mengembalikan formulir pendaftaran dari 16 calon yang mendaftar sejak tanggal 1 hingga 7 Oktober lalu.

“Sudah delapan kandidat yang mengembalikan. Semua memiliki peluang yang sama. Baik kandidat dari internal partai maupun non kader,”kata Anwar.

Lanjut Anwar, PKS memberi toleransi kepada delapan calon lainnya untuk mengembalikan formulir pendaftaran pada esok hari, Selasa 15 Oktober hingga pukul 18.00 WITA.

“Sebenarnya hari ini kita sudah tutup. Tapi masih ada yang belum mengembalikan. Kabarnya besok ada dua calon yang ingin kembalikan. Yaitu Fadli Ananda dan SADAP,”ucapnya.

Setelah pengembalian formulir dilakukan, langkah selanjutnya adalah setiap calon diberi waktu melakukan sosialisasi selama sebulan. Sejak tanggal 15 Oktober hingga 15 November.

“Kemudian akhir bulan November dilakukan survei,”tutur Anwar.

Anwar menambahkan, pada tanggal 1 hingga 7 Januari dilakukan fit and proper test yang dihadiri oleh kalangan akademisi dan DPD. (***)