Versi LPM: Elektabilitas Kalatiku Masih Unggul di Pilkada Toraja Utara

Peneliti dari LPPM Unhas Tasrifin Tahara Bersama Zarni Adia

Peneliti dari LPPM Unhas Tasrifin Tahara Bersama Zarni Adia

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  — Lembaga Penelian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) dari Unhas baru saja melakukan survei untuk mengukur tingkat keterpilihan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Toraja Utara. Survei yang dilakukan LPPM Unhas menggunakan metode mix yakni penggabungan kualitatif dan kuantitatif jelang Pilbup Toraja Utara.

Menurut Tasrifin Thahara yang juga dosen Antropologi Unhas yang juga ketua tim mengemukakan bila ada beberapa sampel yang diambil pada 12 kecamatan berdasarkan kondisi Toraja Utara. “Lebih dinamis karena ada petahana yakni bupati Kalatiku Paembonan dan wakil bupati Yosia Rinto Kadang. Olehnya itu, penilaian masyarakat terhadap petahana dari berbagai masih kuat atas kinerja 84 hingga 90 persen”ujar Tasrifin, Jumat 27 September 2019

“Untuk itu sebahagian besar masyarakat masih menginginkan bupati petahana. Salah satu alasan karena di Torut kecenderungan masyarakat memilih birokrat,”dia menambahkan.

Sementara itu, Zarni Adia Purna menambahkan bila untuk menentukan arah pilihan itu ada tiga yakni popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas tapi Torut ada empat yakni kemampuan kandidat untuk masuk dalam kelompok masyarakat atau aksebilitas.

“Karena metodenya mix, maka setelah melakukan FGD,  juga ada alat peraga yang ditonjolkan maka hasilnya seperti ini” jelas Zarni.

Ditambahkan bila semua punya rekor  hubungan yang cukup dekat seperti dilembaga agama termasuk gereja dan lembang lembang. “Untuk margir of error hingga 5 persen. ini survei pertama,”jelasnya.

Berikut hasil survei versi LPM bakal calon bupati Toraja Utara:

Dr Kalatiku Paembonan 32.69 persen,
Yosia Rinto Kadang 8.65 persen,
Yohannis Bassang 11.54 persen,
Lawerang Rantelabbi 0.4 8 persen,
Frederik Batti Sorring 31.73 persen,
YS Dalipang 2.88 persen,
Tau Toto Tanaranggina 0. 96 persen,
Felicitas Tallulebang 1.92 persen dan
Yacobus Mayang Padang 6.73 persen.