Dapil VII Sulsel Minim Representasi Perempuan pada Pemilu 2019

Ilustrasi KPU

Ilustrasi KPU

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Sebanyak 85 Anggota DPRD Sulsel Terpilih periode 2019-2024 resmi di lantik Selasa 24 September kemarin.

Dari total 83 dilantik. Mereka diisi oleh wakil dari 11 partai politik. Golkar menempatkan caleg terbanyak dengan total 13 kursi. Disusul NasDem 12 kursi, Gerindra 11 kursi, dan Demokrat 10 kursi.

PKS, PKB, dan PDIP masing-masing mengamankan 8 kursi. Selanjutnya, PAN mengisi 7 kursi, PPP 6 kursi, serta Perindo dan Hanura masing-masing 1 kursi.

Salah satu hal menjadi perhatian khusus bagi publik. Hasil pileg 17 April lalu, daerah pemilihan Dapil (VII BONE) tidak punya perwakilan Perempuan di DPRD Provinsi.

Padahal semua partai mendengungkan agar perwakilan perempuan di Dewan provinsi perwakikan dari 11 dapil se-Sulsel. Sedangkan 10 dapil lainya, sebagian parpol berhasil menenempatkan kader pada daera pemilihan caleg terpilih masing-masing.

Dari data KPU tital keseluruhan anggota DPRD periode 2019/202d. Gerindra dan PKS berada pada posisi terbanya menempatkan kader perempuan di DPRD Provinsi.

Gerindra sebanyak 5 orang, PKS 5 orang, disusul NasDem 4 orang, Golkar 3 orang, PPP 3 orang, Demokrat 3 orang PDIP 1 orang. Sehingga total caleh perempuan dusuk di Parlemen tingjat provinsi sebanyak 24 orang.

Jumlah ini meningkat, karena berkaca tahun sebelumnya. Keterwakilan perempuan di Parlemen Sulawesi Selatan (Sulsel) hanya 17,6 persen. Data KPU Sulsel 2014 menetapkan, dari 85 kursi di DPRD Sulsel untuk periode 2014-2019, yang terpilih hanya 15 orang perempuan. Selebihnya, yang akan menduduki parlemen Sulsel adalah 70 orang atau 82,3 persen adalah laki-laki.

Terkait hal ini, Direktur Makassar Women Studies, Ana Mardiana menilai, keberhasilan perempuan yang duduk di kursi parlemen berbagai tingkatam adalah suatu kemajuan.”Bahwa laki-laki dan perempuan memang perlu menjalin kerjasama yang erat dalam segala bidang apapun,” ujar Ana, Rabu 25 September 2019.

Ditambahkan, sistem pemilu tidak pembeda pada saat perhitungan. Karena saat ini aturannya hanya sampai pada saat proses menjadi caleg di partai politik yang mengharuskan kuota 30 persen harus terpenuhi.

“Tapi setelah itu tidak ada lagi aturan yang mengawal bahwa di parlemen itu harus terpenuhi 30 persen perempuan,” terangnya.

Secara gambaran umum. Dapil Makassar A. atau Dapil I (Kota Makassar. Rappocini, Makassar, Ujung Tanah, Ujung Pandang, Sangkarrang, Bontoala, Tallo, Tamalate, Mariso, Mamajang,Wajo).

Dari kuota 9 Kursi, sebanyak tiga srikandi yakni pilitisi Golkar, Andi Debbie Purnama, NasDem Andi Rachmatika Dewi dan PKS Sri Rahmi, berhasil duduk di Dewan dari dapil tersebut.

Sedangkan Dapil II (Kota Makassar: Panakkukang, Manggala, Tamalanrea, Biringkanaya). Memiliki 6 Kursi, sebanyak tiga caleg perempuan berhasil duduk yakni, pilitisi Gerindra Misriani Ilyas, NasDem Rezki Mulfiati Lutfi dan PKS Haslinda. Begitu juga Dapil III (Takalar, Gowa) total 9 kursi. Sebanyak tiga perempuan kembali terpilih masing-masing. Politisi PKS Meity Rahmatia, PPP Rismayanti dan Demokrat Rismawati Kadir Nyampa.

Lain halnya Dapil IV (Jeneponto, Bantaeng, Selayar) memiliki quota 7 kursi menempatkan dua srikandi dari dapil tersebut. Mereka yakni politisi Gerindra Vonny Ameliani Suardi dan Politisi PPP A Sugiarti Mangun Karim. Sedangkan Dapil V (Bulukumba, Sinjai) memiliki 6 kursi. Terbilang lumayan bagus karena dua Perempuan bisa lolos bersaing di dapil ini yakni Politisi Golkar A. Ayu Indira dan perwakilan PKS Isnayani.

Masuk pada daerah Dapil VI (Maros, Pangkep, Barru, Parepare). Dari total 9 kursi, hanya dua perempuan lolos bersaing sama caleg terpilih lainya. Mereka yaitu politisi Gerindra Andi Nirwati dan Golkar Ina Kartika Sari yakn kini Bendahara Golkar Sulsel. Jika dapil I-VI memiliki keterwakilan perempuan. Sangat ironis dari Dapil VII Kabupaten (Bone). Sama sekali tidak ada satupun caleg representasi keterwakilan perempuan. Padahal daerah tersebut memiliki DPT terbanyak ketiga setelah Makassar dan Gowa.

Selanjutnya pada Dapil VIII. (Soppeng, Wajo) memiliki quota 7 kursi. Caleg Srikandi memiliki peluang yang samaa sehingga sebanyak tiga keterwakilan perempuan masuk duduk di Dewan dari dapil tersebut. Politisi Gerindra Henny Latif, NasDem Desy Susanty Sutomo dan PPP Nurhidayati Zainuddin.

Hal yang sama juga pada Dapil IX. (Sidrap, Pinrang, Enrekang) punya 9 kursi. Sebanyak tiga keterwakilan perempuan berhasil lolos bersaing dengan caleg petahana handal elit partai di daerah tersebut. Tiga srikandi itu yakni politisi PDIP Kartini Lolo, PKS Vera Firdaus dan Demokrat anak Bupati Pinrang Andi Aziza Irma Wahyudiyati.

Sedangkan Dapil X. (Tana Toraja, Toraja Utara) memiliki quota 5 kursi. Namun, gerakan caleg perempuan di dapil ini sukses karena dua perempuan bisa lolos meskipun jumlah kursi sangat terbatas. dua caleg terpilih perempuan tersebut politisi Gerindra Firmina Tallulembang dan NasDem Sarwindye T Biringkanae.

Sementara pada dapil 11 atau terakhir meliputi Dapil XI. (Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Kota Palopo) meskipun memiliki jumlah kursi terbanyak yakni sebanyak 11 kursi. Bahkan banyak dari dapil yang lain, hanya saja peluang perempuan sangat sulit sehingga hanya satu perempuan asal Partai Demokrat yang lolos ke Dewan yakni Fadriaty.