Muzayyin Arif Komitmen Menjaga Marwah Partai

Anggota DPR RI Akmal Pasludin (kiri),caleg terpilih DPRD Sulsel Muzayyin Arif (tengah), dan Sekjen PKS Mustafa Kamal (kanan).

Anggota DPR RI Akmal Pasludin (kiri),caleg terpilih DPRD Sulsel Muzayyin Arif (tengah), dan Sekjen PKS Mustafa Kamal (kanan).

MAKASSAR, DJOURNALIST.com –  Sebagai partai dakwah, kader PKS wajib menjaga amanah yang diberikan oleh masyarakat. Kepercayaan masyarakat yang amat besar membuat PKS bisa memperoleh suara yang besar saat pemilu.

Apalagi di DPRD Sulsel, barusan periode ini PKS memperoleh jabatan unsur pimpinan setelah periode-periode sebelumnya absen.

Muzayyin menambahkan amanah sebagai wakil tersebut dimanfaatkan sebagai upaya untuk memaksimalkan asas manfaat ke masyarakat.

Sebagai kader PKS, kita punya kewajiban menjaga marwah dan intergritas partai. Partai ini adalah partai kader. Setiap kader wajib menjaga nama baik partai.

” Kami sebagai kader wajib taat dan punya tugas menjaga nama baik partai,” tegas Muzayyin, Selasa 24 September 2019.

Ia menyebut pesan presiden PKS agar setiap kader membangun kebersamaan, mengutamakan soliditas partai, menjadikan partai lebih baik.

Dari delapan kader yang duduk di DPRD Sulsel, ada dua nama yang direkomendasikan ke DPP.

Partai mungkin melihat yang menonjol dari saya sebagai peraih suara terbanyak dari delapan kader ini. “ Tapi pada dasarnya kita patuh dan taat terhadap putusan partai,” ungkapnya.

Sebelumnya PKS mengirim mengirim dua nama ke DPP untuk mengisi posisi Wakil Ketua DPRD Sulsel. Keduanya adalah Sri Rahmi dan Muzayyin Arif.

Di mata Muzayyin Arif, politisi perempuan Sulsel, Sri Rahmi, yang ditunjuk sebagai ketua Fraksi PKS di DPRD sebagai kader yang punya banyak pengalaman. “Beliau orang hebat, politisi perempuan yang jadi sumber inspirasi perempuan Sulsel,” terang Muzayyin.

Saat ini Muzayyin Arif lebih banyak membangun silaturrahim dengan masyarakat yang ada di dapilnya.

Selain itu, dalam konteks keummatan, Muzayyin menjalin komunikasi dengan ulama dan ketua organisasi islam di Sulsel.

“ Meminta nasihat dari Ketua MUI Sulsel, Ketua PP Muhammadiyah Sulsel, KEtua BKPRMI Sulsel, Pimpinan DPP Wahdah Islamiyah, dan para tokoh masyarakat,” jelasnya.