Sambut Pilkada 2020, Gelora Makassar Gelar Konsolidasi

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Gelombang Rakyat (Gelora) Kota Makassar menggelar konsolidasi penguatan struktur kecamatan yang dihadiri 15 Dewan Pengurus Cabang (DPC) Se-Makassar untuk mempersiapkan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 mendatang, di RM Cobek-Cobek Desa, Minggu (22/9) siang.

Inisiator Gelora kota Makassar, Hasan Hamido dalam sambutannya mengatakan bahwa nantinya, Gelora Makassar ingin menjadi contoh bagi pengurus daerah lain.

“Kita ingin menjadikan Makassar ini sebagai percontohan bagi daerah lain,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa dalam perhelatan politik pilkada kota Makassar, Gelora belum bisa menjadi pengusung tapi menjadi pendukung akan turut andil memberikan sumbangsih selain melalui unjuk kekuatan struktur dan kader juga melalui narasi dan ide.

“Kita sekali lagi ingin mempersiapkan diri, karena santer terdekar kabar bahwa gelora ini tidak lama lagi akan launching, deklarasi. Di 2020 kita juga ingin bergelut di perhelatan politik kota Makassar,” pungkasnya.

Selain Hasan Hamido, turut pula hadir Irwan, ST inisiator Gelora Sulawesi Selatan

Irwan menyampaikan kenapa partai gelora harus ada, karena dalam sejarah bangsa kita sdh lewati 2 gelombang, gelombang sebelum Indonesia dan setelah menjadi negara. Semua perubahan yang terjadi di negara kita ada gelombangnya.

“Indonesia kalau tidak ada tujuan akan terus terjadi konflik internal. Gelora memandang ini berbahaya. Perbedaan ini semestinya sudah tidak menjadi problem dan ini harus di topang oleh kekuatan politik maka ini gelora hadir. Juga menjadi solusi dalam konflik internal yang terjadi. Semua perubahan besar harus didasarai oleh kekuatan politik yg besar”, tutur Irwan

“Gelora ini akan terus membuat forum diskusi, bedanya gelora dengan partai lain ialah cara kerja, dan ide yang dimilikinya. Model rekruitmen pun akan berbeda dengan bermodal aplikasi gelora tak ubahnya seperti Handphone, menyediakan berbagai fitur yang dibutuhkan semua kalangan”, tambahnya.

“Gelora karakternya kolaboratif dan kreatif. Aktifitas kita bersentuhan langsung dengan masyarakat. Hidup matinya gelora tergantung kreatifnya kita”, tutupnya. (***)