Iqbal Djalil Ambil Langsung Fornulir Cawalkot, Disambut Legislator PDIP Makassar

Muhammad Iqbal Djalil hadir dan mengambil langsung formulir pendaftaran sebagai bakal calon wali kota Makassar di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Makassar di Jalan Serigala Nomor 8, Selasa 10 September 2019.

Muhammad Iqbal Djalil hadir dan mengambil langsung formulir pendaftaran sebagai bakal calon wali kota Makassar di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Makassar di Jalan Serigala Nomor 8, Selasa 10 September 2019.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Muhammad Iqbal Djalil hadir dan mengambil langsung formulir pendaftaran sebagai bakal calon wali kota Makassar di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Makassar di Jalan Serigala Nomor 8, Selasa 10 September 2019.

Turut mendampingi Iqbal Djalil adalah tim keluarga dan sejumlah mantan legislator DPRD Makassar, seperti Shinta Masita Molina yang merupakan politisi Partai Hanura.

Kedatangan Iqbal Djalil diterima oleh Ketua PDIP Makassar Andi Syuhada, Sekretaris PDI Perjuangan Mesakh Raymond Rantepadang, serta sejumlah legislator Makassar dari partai berlambang banteng dengan moncong putih ini, yakni Al Hidayat Syamsu, William dan Galmerrya Kondorura.

“Kami berharap pada Pilwalkot Makassar tahun depan bisa bersama dengan PDI Perjuangan. Partai yang memiliki sejarah panjang dalam peta perpolitikan nasional dan memiliki posisi stragis di Makassar,” ujar Iqbal Djalil usai pengambilan formulir.

Iqbal Djalil menyebutkan, dirinya datang langsung mengambil formulir pendaftaran sebagai bakal calon wali kota sebagai bentuk keseriusan menjalin kerjasama di Pilwalkot Makassar 2020.

“Kami optimistis maju dan bertarung di Pilwalkot Makassar 2020 mendatang. Segala perangkat telah kami siapkan menuju pesta demokrasi ini,” terang Ustaz Ije-saapaan Iqbal Djalil.

Sementara itu, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPC PDIP Kota Makassar Raisul Jais merinci tentang syarat pendaftaran kepada Iqbal Djalil dan rombongan. Termasuk tentang tata cara pengembalian formulir pendaftaran nantinya.

Diketahui, sejumlah figur telah mendaftar ke PDI Perjuangan yang merupakan partai pertama melakukan penjaringan calon wali kota.