Klaim Berada Diurutan Keempat, MRR Makin Pede Maju di Pilkada Maros 2020

Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI), Muhammad Ramli Rahim (MRR) memastikan dirinya akan bertarung pada kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Maros tahun 2020. 

Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI), Muhammad Ramli Rahim (MRR) memastikan dirinya akan bertarung pada kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Maros tahun 2020. 

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI), Muhammad Ramli Rahim (MRR) memastikan dirinya akan bertarung pada kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Maros tahun 2020. 

“Hari ini saya menyatakan ikut bertarung di Pilkada Maros tahun depan. Kesiapan saya ini merupakan dorongan dari kelompok masyarakat di Maros,”ujar MRR kepada awak media, Ahad 18 Agustus 2019.

MRR menuturkan, sebelumnya ada proses awal yang dilakukan masyarakat Maros untuk mendorongnya masuk arena Pilkada. Yaitu menyebar spanduk di 14 kecamatan di daerahnya.

“Sebenarnya proses awal itu dari masyarakat yang membuat dan menyebar sendiri spanduk di seluruh kecamatan. Ada 14 baliho dan lima spanduk per kecamatan. Bagi saya, tentu ini sangat luar biasa,” katanya.

Sehingga ia pun langsung merespon gerakan spontan masyarakat tersebut. Menurutnya, apa yang telah dilakukan masyarakat adalah sebuah keberanian. Apalagi spanduk dan baliho dipasang di rumah masing-masing.

“Ini jelas sebuah keberanian. Atas gerakan ini saya pun merespon dengan memperbaiki dan menambah jumlah spanduk. Dukungan mereka luar biasa dan sebuah keberanian,” ujarnya.

Meski gerakan masyarakat terus masif, namun MRR memastikan tidak mau gegabah. Untuk itu, dia pun menurunkan lembaga riset untuk mengetahui desa mana yang ada dukungannya maupun desa yang butuh sentuhan.

” Ada 2200 responden yang diturunkan. Dan hasilnya Alhamdulillah. Sejauh ini belum satupun kandidat yang elektabilitasnya mencapai di atas 20%. Itu artinya Maros masig sangat dinamis,” jelasnya.

Pada saat riset awal dilakukan pada awal Mei, MRR mengaku posisinya berada di urutan ke delapan dengan persentase 1,5%. Kemudian riset berjalan sekitar Juli, posisi MRR naik ke urutan ke empat dengan persentase 12%.

“Masyarakat yang menginginkan saya calon bupati sebanyak 12%. Itu saya di urutan ke empat dan belum bergerak turun ke masyarakat. Adapun kandidat tertinggi berada di angka 18%,” jelasnya.

MRR, pun mulai mengumpulkan orang-orang yang mendukungnya. Kemudian pada September nanti sudah mulai turun di titik-titik yang menginginkan dan di titik-titik yang masih butuh memperkenalkan diri.

“Partai politik yang diajak komunikasi ada empat. Dan itu sudah lebih dari cukup,” sebutnya.

“Soal pasangan, saya akan tentukan setelah Januari. Tentu banyak hal yang menjadi pertimbangan, salah satunya secara geopolitik. Apalagi popularitas saya sejauh ini sudah di angka 46%,” jelasnya. (***)