Gugatan PDIP Ditolak di MK, PKS Berpeluang Raih Kursi Pimpinan DPRD Sulawesi Selatan

Caleg DPRD Sulsel dari PAN, Syamsuddin Karlos (kiri) dan Caleg DPRD Sulsel dari PDIP, Alimuddin (kanan).

Caleg DPRD Sulsel dari PAN, Syamsuddin Karlos (kiri) dan Caleg DPRD Sulsel dari PDIP, Alimuddin (kanan).

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Kursi tampuk pimpinan DPRD Sulawesi Selatan bakal diraih oleh PKS. Setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan seluruh partai bersengekta hasil pemilihan legislatif 17 April lalu. Termasuk dari PDIP.

“Sudah ada, sampai kemarin semua gugatan di sulsel ditolak, termasuk PDIP. Hari ini menunggu putusan Hanura,”ujar Komisioner KPU Sulawesi Selatan, Sarifuddin Jurdi, Jumat 9 Agustus 2019.

Perakara yang dimaksud adalah PHPU DPRD Sulawesi Selatan untuk daerah pemilihan IV meliputi Kabupaten Selayar, Jeneponto, dan Bantaeng. Antara Alimuddin dari PDIP dan Syamsuddin Karlos dari PAN.

Wakil Ketua BSPN PDIP Sulawesi Selatan, Busman Muin mengatakan gugatan PDIP ditolak oleh MK karena alat bukti C1 tidak meyakinkan. Maksudnya kata dia, versi KPU dan Bawaslu dengan milik partai berbeda.

“Saya sudah dapat informasinya sejak kamis siang kemarin,”katanya.

Lanjut Busman, partai sudah berupaya mencari keadilan. Apapun hasilnya harus diterima. “Kami sisa menunggu salinan putusan dari MK untuk diserahkan ke BBH PDIP. Tiga hari sejak putusan itu dikeluarkan,”ucapnya.

Sementara calon inkumben anggota DPRD Sulawesi Selatan, Syamsuddin Karlos mengapresiasi putusan PHPU tersebut. Sebab dari awal dia mengaku tidak pernah berbuat kecurangan.

“Sejak awal saya sudah yakin, gugatan itu akan ditolak,”tutur Wakil Ketua PAN Sulsel ini.

Dengan ditolaknya gugatan tersebut, berarti PKS berpeluang untuk meraih kursi pimpinan di DPRD Sulawesi Selatan terbuka. Karena dari tiga partai yang mempunyai jumlah kursi yang sama yakni delapan kursi adalah PKS, PDIP, PKB, PKS pemilik suara tertinggi jadi PKS yang berhak atas kursi pimpinan DPRD.

“Alhamdulillah proses demokrasi berjalan baik dan lancar, periode ini masyarakat Sulsel mempercayakan suaranya untuk PKS sebagai wakil ketua DPRD Provinsi. Terimakasih kepada semua pihak terkait. Selamat kepada saudara saya Karlos,”kata Wakil Ketua Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Sulsel yang juga Ketua Bappilu PKS Sulsel ini.

Diketahui, PDI-P sebagai pemohon melakukan gugatan di MK. Pasalnya calegnya bernama Alimuddin kalah dalam pemilihan itu. Yang maju dari daerah pemilihan IV meliputi Kabupaten Selayar, Jeneponto, dan Bantaeng. Dengan selisih 526 suara.

Dimana Karlos dari PAN meraih 25.158 suara dan Alimuddin dari PDI-P 24.632 suara. Jika Alimuddin memenangkan sengketa ini, maka perolehan kursi PDI-P di DPRD Sulawesi Selatan periode 2019-2024 sebanyak 9 kursi. Itu artinya partai tersebut berhak mendapat jatah unsur pimpinan. Adapun PAN makin merosot. Yaitu 6 kursi.