Ilham Arief Sirajuddin Sebut Figur Yang Belum Memiliki Popularitas Diangka 80 Persen Sulit Bersaing di Pilwalkot Makassar 2020

Mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin (kanan) bersama Politisi Golkar, Syamsu Rizal alias Deng Ical (kiri).

Mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin (kanan) bersama Politisi Golkar, Syamsu Rizal alias Deng Ical (kiri).

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) angkat bicara terkait Pemilihan Wali Kota Makassar yang akan digelar 2020 mendatang. Menurutnya, figur yang belum memiliki popularitas diangka 80 persen maka sulit bersaing dengan figur lainnya.

“Saat ini sudah banyak figur bermunculan. Figur yang ingin maju sebaiknya memiliki popularitas diangka 80 persen, itu standarnya,”ujar IAS, Jumat 2 Agustus 2019.

Pasalnya, figur baru dinilai sulit bersaing dengan figur yang punya popularitas yang dikenal lebih dulu oleh masyarakat. Misalnya saja Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto, Syamsu Rizal alias Deng Ical, Aliyah Mustika Ilham, Irman Yasin Limpo alias None, Munafri Arifuddin alias Appi, dan Rachmatika Dewi alias Cicu.

“Siapa yang tidak kenal mereka. Ini perlu diperhitungkan,”katanya.

Lanjut IAS, jelang Pilwalkot Makassar 2020, sudah ada beberapa kandidat yang melakukan silaturahmi dengannya. Untuk dapat berpaket dengan istrinya, Aliyah.

“Kami akan putuskan sekitar bulan Februari tahun 2020. Kalau survei bagus maka tentu ibu kami dorong. Tapi kalau tidak. Ga usah dulu,”jelasnya.

Ia mengungkapkan, kondisi masyarakat Makassar saat ini sangat kritis. Meski di Pilwalkot Makassar 2020 tidak ada calon petahana yang bertarung.

Adapun Politisi Golkar Sulawesi Selatan, Syamsu Rizal alias Deng Ical mengaku belum menentukan sikap siapa kandidat yang akan mendampinginya. Saat ini dia fokus untuk melakukan sosialisasi. (***)